Gempa Mentawai - Sumbar Luluh Lantak Tahun 2009 Juga terjadi Bulan September
Gempa berkekuatan 6,2 pada Skala Richter mengguncang perairan Mentawai, Jumat (1/9/2017) dini hari, sekitar pukul 00.04 WIB.

Bahkan, pada Kamis (1/10) pagi, kembali lagi terjadi guncangan hebat yang berpusat di 46 km tenggara Kota Sungaipenuh, Provinsi jambi, pukul 08.52 WIB dengan kedalaman 24 km.
Berbeda dengan gempa pertama yang berpusat di laut, gempa kali ini terjadi di darat, bahkan wilayah pegunungan.
Korban tewas umumnya memang terkena tsunami di Mentawai dan tertimpa reruntuhan gedung atau longsor.
Di Kabupaten Padang Pariaman bahkan ada puluhan orang yang sedang pesta perkawinan tertimbun dan terjebak oleh longsoran bukit.
Sumbar memang termasuk daerah rawan gempa, baik vulkanik (gunung api) maupun tektonik.

Sumbar berada di jalur gunung api Mediterania yang memanjang dari utara Pulau Sumatera hingga selatan yang dikenal dengan gugusan Bukit Barisan.
Di sisi lain, pantai barat Sumatera juga merupakan pertemuan sejumlah lempeng aktif.
Dilansir dari Wikipedia, dua lempeng besar adalah lempeng Eurasia dan lempeng Indo-Australia. Ditambah lagi patahan (sesar) Semangko.
Di dekat pertemuan lempeng tersebut juga ada patahan Mentawai yang merupakan daerah seismik aktif.
Menurut catatan ahli gempa, wilayah Sumatera Barat memiliki siklus 200 tahunan gempa besar yang pada awal abad ke-21 telah memasuki masa berulangnya siklus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/gempa-padang_20170901_031241.jpg)