Majelis Agama di Batam Kompak Mengecam Tragedi Rohingya! Begini Pernyataannya!
Majelis Agama di Batam Kompak Mengecam Tragedi Rohingya! Begini Pernyataannya!
Penulis: Dewi Haryati |
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM-Majelis agama-agama di Kota Batam bereaksi terhadap tragedi kemanusiaan yang dialami muslim Rohingya, Myanmar.
Tidak hanya dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), tetapi juga dari Persekutuan Gereja-gereja Wilayah Kepri, Majelis Agama Katolik Kepri, Majelis Agama Budha dan Vihara-vihara se-Kota Batam,
Parisada Hindu Dharma Kota Batam, dan Majelis Agama Konghucu Indonesia Kota Batam. Senin (4/9/2017) lalu, mereka membuat pernyataan sikap bersama.
Prinsipnya mereka prihatin yang mendalam atas tragedi kemanusiaan di Myanmar. Mereka juga mengecam keras segala bentuk kekerasan dalam bentuk dan dalih apapun juga dari dan oleh pihak manapun.
Baca: Diusung 5 Parpol Menjadi Cawagub, Ahar Sulaiman Minta Isdianto Mundur. Ada Apa?
Baca: Korban Kecapekan, Suhu Hendra Curi Kesempatan. Korban: Saya Digerayangi di Hotel!
Baca: Anda Daftar CPNS Kemenkumham, 4084 Lulus Berkas. Tanggal 11 September Ujian di SMAN 1 Pinang!
Baca: Heboh! Warga Kijang Kaget, Ada Mayat Terbujur di Plafon Rumah Warga!
"Kami dari majelis-majelis agama se Kota Batam meminta kepada pemerintah RI dalam hal ini Presiden RI untuk sesegera mungkin mendorong penghentian kekerasan dengan mengeluarkan kebijakan secara tegas dan nyata," kata Sekretaris MUI Kota Batam, Muhammad Santoso mewakili majelis agama-agama di Kota Batam, usai membuat pernyataan sikap bersama di Batam Center.
Mereka juga mengimbau kepada seluruh umat beragama yang ada di Kota Batam, untuk tidak terpancing dan terprovokasi serta tetap menjaga kondusivitas Kota Batam. Di samping itu, mengimbau kepada pengurus rumah ibadah untuk melakukan doa bersama untuk keselamatan dan kedamaian di rumah atau tempat ibadah masing-masing.
"Pernyataan sikap ini akan kami kirim ke Pemerintah Kota Batam, dan Gubernur Kepri untuk dilanjutkan kepada pemerintah pusat," ujar dia.
Perwakilan Majelis Agama Budha dan Vihara-vihara se-Kota Batam, Pandita Madya Suwarno mengatakan, pihaknya turut prihatin, dan mengecam keras tragedi kemanusiaan yang terjadi di Myanmar. Dikatakan, dalam ajaran umat Budha sendiri, Budha mengutamakan cinta kasih. Begitupun dengan agama lainnya.
"Ini dimana cinta kasihnya? Mereka harus mengungsi, hidup susah, belum lagi ditekan, dipukul. Bagaimana rasanya? Anak-anak kehilangan orangtuanya, tak pantas diperlakukan selayaknya manusia," kata Suwarno.
Makanya dari pihaknya dan majelis agama-agama lainnya se-Kota Batam menginginkan agar tragedi yang terjadi di Myanmar dihentikan. Tak dilanjutkan. Sekaligus mendesak Pemerintah Indonesia agar mendesak Pemerintah Myanmar untuk cepat menyelesaikan persoalan yang terjadi di sana.
"Ini bukan konflik agama. Makanya kami dari majelis agama-agama se-Kota Batam bergandengan tangan untuk menyelesaikan bersama-sama masalah ini. Sekaligus berharap agar kerukunan yang sudah terjalin di Batam untuk dijaga bersama-sama," ujar dia.
Komitmen majelis-majelis agama se-Kota Batam agar tragedi yang terjadi di Myanmar segera diselesaikan, juga diwujudkan dengan membentuk komite bersama. Mereka akan melakukan aksi solidaritas sampai ke penggalangan dana untuk memberikan bantuan kemanusiaan. (*)