Hangout
Menguak Kisah di Balik Rumah Betak Suku Dayak
Desa Rantau Malam terletak paling ujung di salah satu hulu sungai yang ada di Kalimantan Barat.
Para orang tua ingin selalu berdekatan dengan mereka anak cucu mereka. Bahkan saat mendapatkan hewan hasil buruan dari hutan pun, daging hewan buruan itu selalu dibagi rata ke masing-masing pintu kamar dimana anak-anak mereka berdiam. (*)
Terus Ditinggalkan Penghuninya
SEIRING berjalannya waktu, kondisi Rumah Betang tidaklah berfungsi seperti sedia kala. Satu persatu penghuni kamar di Rumah Betang ini yang sudah hidup mandiri. Mereka mulai pindah keluar dari Rumah Betang.
Mereka membangun rumah baru lagi untuk keluarga masing-masing. Alhasil, dari 32 kamar yang ada, saat ini hanya 11 kamar yang masih utuh dan ditempati.
Menurut E.D. Otong, bisa jadi, di kemudian hari nanti, dari 11 kamar tersebut berkurang menjadi 7, lalu menjadi 3, dan menyusut lagi menjadi satu kamar, dan kemudian hilang. Ini terjadi siring berpulangnya orang tua yang mengasihi anak-anak mereka yang pernah tinggal dan mendapatkan pembagian daging hasil buruan di Rumah Betang.
Rumah Betang adalah wujud kasih sayang orang tua kepada anak-anaknya. Tempat mereka mendidik menyiapkan anak-anak sebelum mereka mandiri dan siap untuk membangun dan tinggal di rumah mereka sendiri. (*)
Penulis:
Bambang Saputra
Pekerjaan
Pegawai dan Travel Blogger
Blog
bamsnektar.blogspot.co.id
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/hangout_20170907_112057.jpg)