Jumat, 10 April 2026

Heboh Narkokba! Anwar Perintahkan Tes Urine Pelajar, Pemkab Karimun Bantu Anggaran UKS

Heboh Narkoba Karimun! Anwar Perintahkan Tes Urine Pelajar, Pemkab Karimun Bantu Anggaran UKS

tribunbatam/rachta yahya
Anwar Hasyim Wabup Karimun 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Pemerintah Kabupaten Karimun menunjukkan keseriusan dalam menangkal pengaruh dan bahaya narkoba di kalangan pelajar.

Salah satu upaya mereka yakni akan menggelar tes urine bagi seluruh pelajar di Kabupaten Karimun.

Hal itu diutarakan Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim dalam kata sambutannya pada pembukaan acara Optimalisasi dan Fasilitasi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) bagi

tim pembina UKd tingkat kecamatan dan pelaksana sekolah Kabupaten Karimun 2017 di ruang pertemuan Cempaka Putih, lantai 3 kantor Bupati Karimun, jalan Poros, Kamis (28/9/2017).

Bahkan tes urine tersebut tidak hanya menyasar pelajar tapi juga majelis guru hingga kepala sekolah.

"Kita sudah ada program tes urine kepada seluruh pelajar. Tidak hanya pelajar tapi mulai dari kepala sekolah, kalau perlu Camat juga," kata Anwar, Kamis.

Dengan adanya program tes urine bagi pelajar tersebut, berarti kata Anwar daerah sudah bisa memprediksi generasi Karimun ke depannya.

Namun ia enggan menyebut program tersebut akibat klaim Yayasan Rehabsos Sado Karimun terkait puluhan pelajar SMP sederajat Karimun terindikasi penyalahgunaan narkoba.

"Terlepas benar atau tidak kabar itu, ini lah upaya kita untuk mencegah generasi kita dari pengaruh dan bahaya narkoba," katanya.

Anwar juga mengatakan dirinya sudah sepakat dengan Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Rachmadi terkait rencana membantu UKS di kecamatan dalam bentuk dana.

"Saya jadi beban moral karena saya Ketua Umum UKS. Untuk itu, akan kita coba kondisikan anggaran di APBD Karimun. Kita tidak bisa bicara, tidak bisa bekerja tanpa ada dana yang cukup.

Kami sudah sepakat dengan Kepala Dinas Kesehatan untuk membantu melalui alokasi dinas kesehatan, alokasi dinas pendidikan, kita bantu UKS yang ada pada masing-masing kecamatan," terangnya.

Anwar juga menyinggung mulainya beredar permen-permen yang terindikasi mengandung narkoba. Untuk itu ia mengharapkan masyarakat berhati-hati khususnya yang memiliki anak.

Sementara itu Kadinkes Rachmadi mengatakan kegiatan tersebut dilatarbelakangi prinsip hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik belum mencapai level yang diharapkan, sarana dan prasarana yang belum memadai serta serta ancaman sakit terhadap murid masih tinggi.

"Seperti PHBS, cacingan, carries gigi, penyalahgunaan narkoba, masalah gizi, disentri dan lain-lain," katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved