Pangdam Bukit Barisan Cek Kesiapan Tempur Yonif 136 TS di Tembeling, Ini Pesannya!
Pangdam Bukit Barisan Cek Kesiapan Tempur Yonif 136 TS di Tembeling, Ini Pesannya!
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG-Panglima Kodam I Bukit Barisan (BB) Mayjen TNI Cucu Somantri mengecek kesiapan tempur Satuan Raider Khusus 136 Tuah Sakti (TS) di Tembeling Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau, Senin (2/10/2017) pagi.
Baca: Heboh Rahasia Tusuk Konde Bu Tien Soeharto! Benarkah Pilot TNI AU Kena Tampar Paspampres Gegara Ini?
Baca: Terungkap! Inilah Skandal Kelam Dunia Pramugari: Bercinta dengan Penumpang hingga Kode Mesum Pilot!
Baca: Terungkap! Sakit Ginjal Parah, Ini Alasan Bung Karno Tolak Bantuan Warga Jatim dan KKO Pasca G30S!
Baca: Heboh! Berawal dari WA, Aris Tangkap Basah Istrinya-Debt Collector Beginian. Polisi Sita Seprei!
Dalam Pengecekan Kesiapan Tempur Pangdam I BB Mayjen TNI Cucu Somantri didampingi Langsung Komandan Korem 033 Wira Pratama Brigjen TNI Fachri dengan Assintel Kasdam serta Asops Kasdam I BB
Kepala Penerangan Korem 033 WP Mayor Inf AR Sipahutar mengatakan, kehadiran Pangdam melihat secara langsung Kesiapan satuan setingkat Kompi apabila ada perintah siap gerak dari Komando atas dalam kepentingan tugas pertahanan negara.
"Seluruh prajurit harus siap tempur dalam keadaan dan kondisi apapun untuk negara," ujar Sipahutar
Dikatakan Sipahutar, Mayjen TNI Cucu Somantri meminta Satuan Raider Khusus harus senantiasa siap digerakan setiap saat apabila ada perkembangan baik gangguan dari pihak manapun dan apapun Satuan ini harus siap bergerak.
"Pangdam meminta para komandan batalyon untuk benar-benar memberdayakan prajurit TNI AD dan disiapkan menjadi prajurit siap perang,"kata Mayor Inf A R Sipahutar
Agar kondisi mereka tetap militan dan agresivitas maka ini menjadi tugas komandan di tiap Batalyon, Kompi dan Pleton masing-masing untuk terus melatih mereka baik kemampuan secara fisik, mental dan skil.
Menurut Pangdam, kemampuan itu mesti dimiliki tiap prajurit. Terlebih di wilayah Provinsi Kepri merupakan wilayah perbatasan antara negara.
"Kita harus tetap militan dan agresif. Jika sewaktu-waktu terjadi perang maka para prajurit ini yang berada di garda terdepan untuk menghalau serangan musuh. Karena kita tau geografis kita berada di wilayah perbatasan," ujar Pangdam. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/pangdam-bukit-barisan_20171002_131632.jpg)