Heboh! Satpol PP Gusur Kios di Dekat Jembatan Batu 8 Atas Pinang. Bangunan Liar?

Heboh! Satpol PP Gusur Kios di Dekat Jembatan Batu 8 Atas Pinang. Bangunan Liar?

tribunbatam/wahib waffa
Suasana penggusuran bangunan di dekat jembatan batu 8 atas di Tanjungpinang 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG- Satpol PP kota Tanjungpinang tertibkan kios yang rencananya akan digunakan untuk penjualan buah. Dengan alat seadanya, Satpol PP membongkar seluruh bangunan semi permanen yang berlokasi di KM 8 dekat jembatan batu 8 Atas.

Baca: Merinding! Teman Denis Kancil Unggah Kondisi TKP Kecelakaan, Netizen Malah Bahas Hal Mistis Ini!

Baca: Heboh! Pengakuan Eks Cakrabirawa Saat Harus Jemput Jenderal AH Yani, Ini Videonya!

Baca: Terungkap! Sakit Ginjal Parah, Ini Alasan Bung Karno Tolak Bantuan Warga Jatim dan KKO Pasca G30S!

Baca: Jangan Remehkan Topeng Bang Napi! Belinya di Amerika, Asal Usulnya Bikin Merinding!

Baca: Terungkap! Heboh Ukuran Dada Ariel Tatum Kadang Besar Kadang Kecil, Ehem Ternyata Ini Rahasianya!

Bangunan itu diketahui milik Agus yang rencananya akan dibuat untuk berjualan buah. Namun diketahui bangunan yang berdiri persis diatas lahan bakau itu menyalahi aturan tata tertib dan tata ruang lantaran berada di area konservasi hutan mangrove.

"Sesuai Perda ‎nomor 10 tahun 2015 tentang tata ruang dan juga Perda nomor 5 tahun 2010 tentang ketertiban umum," kata Andri Prayoga Kasi penyelidikan dan penyidikan Satpol PP ditemui di lokasi, Rabu (4/10).

Pihaknya telah memberikan teguran sebanyak 3 kali untuk segera menyelesaikan bangunan sendiri. Namun tidak dilakukan oleh pemilik hingga akhirnya petugas terpaksa turun melakukan penggusuran.

"Lokasi tersebut masih masuk lahan konservasi hutan mangrove. Kita sudah peringatan namun diabaikan," ungkapnya.

Kios itupun telah beberapa bulan lalu di lakukan garis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Terlihat lokasi berdiri bangunan itu berada di lahan bakau yang belakang bangunanya masih terlihat rimbun dengan tanaman mangrove.

"Konservasi ini masih dibawah Badan Lingkungan Hidup‎ Provinsi Kepri. Kita sudah lakukan kordinasi bahwa konservasi itu tidak boleh di buat bangunan ataupun kegiatan lainya," katanya.

‎Sekitar satu jam proses penggusuran itu dilakukan. Bangunan pun dibuat secara terbuka. Sementara bangunan yang berdiri diatas lahan 56 meter persegi membentuk persegi panjang itu bagian dindingnya belum terlihat dibangun.(*)

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved