Cecep Tak Hanya Membunuh dan Merampok, Tapi Juga Perkosa Bibinya. Ini Fakta Kebiadabannya
Cecep lantas membongkar seluruh isi rumah itu, dan mengambil perhiasan yang ada di dalam lemari bagian depan rumah korban
"Aku ke sana tadi (TKP) pun, biar orang tidak curiga. Kalau membuntuti suami korban, itu sekalian nyari informasi juga. Tidak nyesal aku, yang penting dendam aku sudah terbalas," ujarnya.
5. Cecep sering dimarahi
Cecep sempat bekerja menjual daging dengan Ernawati selama kurang lebih dua tahun.
Selama bekerja, dia mengaku sakit hati dan menyimpan dendam.
Menurutnya, Ernawati adalah sosok yang kasar.
"Sewaktu aku bekerja dengan beliau (korban) itulah mulai dendam, sakit hati soalnya karena omongannya kasar.
Tidak peduli kami lagi makan, tidak peduli orang ramai, kalau beliau (korban) mau marahin kami. Malu aku di depan orang ramai," kata dia.
Rencana pembalasan dendam sudah dibuat Cecep sekitar satu minggu.
Dia tiba di rumah Ernawati sekitar pukul 07.00 WIB. Waktu itu dipilih karena Cecep tahu Ernawati sendirian di rumah.
Syahroni, suami Ernawati masih berada di pasar untuk berjualan daging.
6. Kendarai mobil sewaan
Cecep datang mengendarai mobil yang disewanya. Memarkir kendaraan roda empat itu sekitar 50 meter dari rumah Ernawati, dia kemudian masuknya layaknya tamu.
"Aku bilang nunggu pak Haji (Syahroni) ada perlu, dan habis itu ngelakar sebentar langsung beliau (korban) masuk ke kamar untuk Salat Dhuha dan ganti pakaian," tuturnya.
Saat Ernawati menunaikan Salat Dhuha, Cecep mencari benda untuk membunuh.
Yang ditemukannya adalah sebuah kapak bergagang kayu yang ada di ember di bagian teras belakang rumah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/cecep-baju-merah-tersangka-pembunuhan_20171024_105525.jpg)