Setelah Tewas, Celana Dalam Saudara Tiri Pemimpin Korea Utara Dipenuhi Kotoran. Pertanda Apa?
Para pelaku yang diduga berasal dari Korea Utara langsung kabur ke luar negeri setelah eksekusi Kim Jong-nam.
TRIBUNBATAM.id, KUALA LUMPUR - Kasus pembunuhan King Jong-nam, saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un kembali disidang, Senin (27/11/2017) siang.
Dua tersangka dalam kasus ini adalah Siti Aisyah (25) warga negara Indonesia, dan Doan Thi Huang (28), warga negara Vietnam.
Mereka membunuh King Jong-nam pada 13 Februari lalu menggunakan zat kimia syaraf VX di Bandara Internasiuonal Kualalumpur 2 (KLIA2).
Sementara, para pelaku yang diduga berasal dari Korea Utara, hingga saat ini belum tertangkap karena mereka langsung melarikan diri ke luar negeri setelah eksekusi Kim Jong-nam.
Baca: Polisi Ketakutan Ketika Diminta Membuka Bungkusan Berisi Baju Siti Aisyah, Eksekutor Kim Jong-nam
Baca: Dua Pelaku Pembunuh Kim Jong Nam Sembunyi di Gedung Kedubes Korea Utara
Baca: Empat Tersangka Korut Kabur Setelah Eksekusi Pembunuhan Kim Jong Nam
Dalam persidangan Senin, seorang ahli forensik Rumah Sakit Kuala Lumpur (HKL), dokter Nurliza Abdullah mengatakan bahwa saat otopsi dilakukan, korban banyak mengeluarkan kotoran atau fases.
Menurut dokter tersebut, kotoran yang banyak ditemukan di celana dalam pria yang menggunakan nama Kim Chol di paspornya, diduga akibat keracunan racun VX.
Nurliza mengatakan, keracunan yang dialami korban menyebabkan pergerakan ototnya kacau sehingga menyebabkan fases keluar dengan sendirinya.
"Keracunan menyebabkan saraf seseorang individu mengalami 'cholinergic', yaitu pelumpuhan otot dan pergerakan otot yang kacau, sehingga najis keluar dengan sendirinya," katanya seperti dilansir TRIBUNBATAM.id dari Berita Harian.
Saksi lainnya yang memberi keterangan adalah Sersan Shamsul Bahrin Abdullah, yang bertugas di Kantor Polisi Bandara KLIA2.
Dalam kesaksiannya, ia sempat menghubungi Kedutaan Korea Utara pada pukul 16.50 waktu setempat untuk menyampaikan kematian Kim Chol.
Shamsul mengatakan, saat menghubungi Kedubes Korut, laporannya diterima oleh seorang laki-laki bernama Kim Yu-song yang bertugas sebagai Konselor Kedutaan yang bisa berbahasa boleh Melayu.
"Saya beritahu Yu-song bahwa ada warga negara Korea Utara bernama Kim Chol meninggal dunia. Saya juga menyebutkan nomor paspor korban dan meminta petugas Kedubes datang ke bagian Forensik Putrajaya untuk mengecek mayat."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/siti-aisyah_20171116_032547.jpg)