Hati-Hati Jangan Mengompres Tubuh dengan Es Jika Kondisi Anda Sedang Begini

Jika seseorang terkena memar, tindakan yang paling umum dilakukan adalah dengan mengompresnya dengan es.

Ilustrasi kompres es batu. 

TRIBUNBATAM.ID- Jika seseorang terkena memar, tindakan yang paling umum dilakukan adalah dengan mengompresnya dengan es.

Dalam dunia medis, es memang sering digunakan untuk kompres dingin pada kasus cedera, terkilir, bengkak, dan peradangan di otot.

Sensasi rasa dingin dari es batu mampu mengobati cedera, meredakan rasa nyeri, mengurangi peradangan, dan memperbaiki bengkak.

Baca: HI WANITA . . . Jangan Lupa Kompres Bibir dengan Kantung Teh Hitam Selama 30 Detik

Misalnya pada kasus bengkak yang disebabkan oleh pembuluh darah melebar, kompres dingin menggunakan es dapat mengecilkan pembuluh darah, sehingga bengkak dapat berkurang.

Itulah  mengapa kita sering melihat atlet atau olahragawan dikompres  dingin pada bagian tubuh yang mengalami cedera.

Selain bertujuan meredakan nyeri, juga meredakan keram, membuat lebih rileks, dan mengurangi kelelahan.

Selain itu, berkurangnya rasa nyeri akibat efek dingin dari es ternyata juga memberi efek positif lainnya, seperti memperbaiki kualitas tidur dan membantu meringankan rasa sakit serta mood swing selama menstruasi.

Soalnya tubuh yang mengalami cedera atau nyeri akan menjadi kurang fit, sehingga bisa menggangu kualitas tidur dan merusak mood.

“Sebetulnya, metode menempelkan es pada tengkuk, tepatnya di bagian tekukan antara leher  dan kepala tidak memiliki dasar ilmiah,” jelas dr. Rocksy Fransisca Vidiaty Situmeang, Sp.S., dokter spesialis saraf di RS Siloam Lippo Karawaci.

Halaman
12
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved