MERINDING! Setelah Serahkan Harta Rp 14 Miliar, Sang Ayah Diusir 7 Anaknya Seperti 'Anjing Kurap'
Dulunya pria ini usahawan sukses. Namun setelah tua, seluruh hartanya dirampas tujuh anak kandungnya sendiri. ia diusir seperti anjing kurap.
TRIBUNBATAM.id, KUALA LUMPUR - Dulunya pria ini usahawan sukses. Namun setelah tua, seluruh hartanya dirampas tujuh anak kandungnya sendiri.
Paling memprihatinkan, ia diusir seperti "anjing kurap" oleh anak-anaknya.
Itulah nasib yang dialami oleh seorang pria bernama Daut Md Kassim Jali, warga Kuala Lumpur, Malaysia , yang kini berusia 83 tahun.
Di masa tua ini, tujuh anak yang dibesarkan dengan penuh kasih sayang mencampakkan dirinya tanpa perasaan sedikit pun.
Hal itu terjadi setelah ia menyerahkan semua usaha dan asetnya dan harta senilai 4 juta ringgit Malaysia (Rp 14 miliar) kepada anak-anaknya.
Seperti yang dilansir Tribun Medan dari Astro Awani, dia diusir bagai anjing kurap oleh darah dagingnya sendiri.
Bahkan, empat tahun lalu, ketika dia membawa mobilnya dan hampir kehabisan bahan bakar minyak, dia mampir ke SPBU yang dulu didirikannya, berharap bisa mendapatkan BBM gratis.
Namun yang terjadi justru sangat menyakitkan. Ia menunggu selama dua jam hingga larut malam.
Setelah dua jam menunggu, dia menelepon anak perempuannya yang kini menjadi pemilik SPBU tersebut.
Namun, bukannya BBM yang dia dapat, ia malah kena maki dan diusir supaya segera meninggalkan tempatnya itu.
“Di Kuala Sungai Baru empat tahun lepas, ketika saya bawa mobil dan minyaknya habis. Saya pergi ke SPBU minta pekerja di situ tolong isikan, tapi tak diberikan hingga larut malam."
"Hampir dua jam saya tunggu, saya telepon dia, dia menghardik dan mengusir saya," katanya.
“Saya yang bangun SPBU itu… Saya hanya bisa berdoa kepada Tuhan,” kata Daut.
Daut dulu merupakan seorang usahawan sukses. memiliki tiga SPBU dan ternak ayam seluas 10 hektar serta dua kapling kebun sawit.
Ia kemudian memberikan kepercayaan kepada tujuh anaknya dari istri pertama, berusia 41 tahun hingga 58 tahun untuk mengelola bisnisnya dan meneruskan warisan perniagaan yang diusahakan sejak tahun 70-an.
Hasil pernikahan sang ayah dengan istri pertamanya itu, dia dikaruniai 4 laki-laki dan tiga perempuan.
Tragedi terjadi pada tahun 2013 lalu, ketika ia menderita stroke.
Sebagai seorang ayah yang sudah berusia lanjut dan berpenyakitan, sudah tentulah dia mengharapkan kebaikan anak-anaknya untuk menjaganya.
Namun kenyataannya, anak-anaknya justru membujuk Daut untuk mengalihkan aset itu kepada anak-anaknya dengan tipu muslihat.
Selain itu, ia juga menyerahkan sebuah rumah yang bernilai Rp 1,9 miliar di Cheras, Kuala Lumpur Malaysia. kemudian dana deposit SPBU senilai Rp 2,6 miliar dan uang tunai senilai Rp 331 juta di bank.
Setelah semua asetnya berpindah, ia justru diusir dari rumah.
Hasilnya, dia kini justru menumpang hidup di rumah isteri keduanya di Melaka.
Hidupnya saat ini bergantung dari tujuh anak tiri dari isteri keduanya yang justru memperlakukan dirinya seperti ayah kandung mereka sendiri.
Menyedari dirinya ditipu, Daut kemudian membawa masalah ini ke pengadilan pada 2014.
Hakim memutuskan kalau perusahaan ternak ayam miliknya seluas 10 hektar harus diserahkan kembali kepada dirinya.
Namun, anak-anaknya yang tak tahu berterima kasih itu kembali merampas semua asetnya itu pada September lalu.
Kini, Daut masih berjuang untuk mendapatkan asetnya kembali, dibantu oleh pengacara serta barisam Melayu yang ikut mendampinginya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/daut_20171212_213530.jpg)