Breaking News:

Di Balik Keseksian Lingerie yang Disukai Para Pria, Ada Sejarah Kelam dan Menyiksa Para Wanita

Masih banyak terjadi kesalah pahaman hingga hari ini, seolah pemakaian lingerie hanya untuk menyenangkan mata suami.

Editor:
bukalapak
Lingerie 

Pada abad pertengahan, represi seksual makin menjadi-jadi. Pakaian dalam merefleksikan hal itu.

Korset dibuat dari besi yang berefek meratakan bentuk payudara hingga tidak memperlihatkan tonjolannya sedikit pun.

Memang melangsingkan pinggul dan menutupi dada, namun membuat penampilan wanita dan lawan jenisnya nyaris tak ada beda.

Zaman Renaissance membawa angin perubahan. Bentuk pakaian dalam mulai menekankan pada lekak-lekuk feminin wanita.

Tak heran jika saat itu tubuh yang ideal ibarat bentuk jam pasir. Para wanita berlomba mendapatkan tubuh seperti itu.

Meski bahan besi ditinggalkan, korset kala itu masih menekan dan ikatannya sangat kuat.

Baca: CATAT YA! Tahun Depan Sistem Gaji ANS Berubah. Walau Jabatan dan Golongan Sama tapi Gaji Bisa Beda

Tekanan sangat kuat itu sering membuat tulang iga patah atau melenceng. Banyak perempuan tak leluasa bernapas alias sesak dada.

Di abad ke-18 barulah keadaan agak membaik. Bentuk pakaian dalam tidak hanya satu pilihan. Ada pilihan lain yang lebih menarik dan nyaman saat dikenakan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved