Breaking News:

Di Balik Keseksian Lingerie yang Disukai Para Pria, Ada Sejarah Kelam dan Menyiksa Para Wanita

Masih banyak terjadi kesalah pahaman hingga hari ini, seolah pemakaian lingerie hanya untuk menyenangkan mata suami.

Editor:
bukalapak
Lingerie 

Pakaian dalam lantas didesain untuk mencapai efek itu.

Walaupun korset masih dibuat dari tulang insang ikan paus yang tentunya masih kaku dan tetap berat, korset-korset saat itu mulai dihiasi pita, renda, dan sulaman yang ramai dan ruwet.

Kata lingerie pertama kali dicetuskan dalam bahasa Inggris di tahun 1835. Diambil dari kata dalam bahasa Prancis kuno, linge.

Kata itu sendiri sebetulnya dari turunan bahasa Latin, yang berarti terbuat dari linen.

 

Di akhir dari abad ke-18, para dokter bersuara lantang mengenai risiko korset yang desainnya membatasi gerak.

Nah, dari sini, korset yang tidak membatasi gerak diperkenalkan. Selanjutnya, memasuki abad ke-19, terjadi revolusi besar-besaran pakaian dalam.

Tuntutan dokter didukung penuh para konsumen yang tentunya para wanita. Mereka menginginkan korset yang lebih kecil, tidak membatasi gerak, lebih praktis, serta gampang dikenakan sehingga memudahkan mereka bernapas.

Bentuk pakaian dalam yang mereka inginkan berupa bentuk yang saat ini kita kenal dengan nama brassiere (di Indonesia dikenal dengan sebutan BH) yang dalam bahasa Prancis berarti sokongan.

Itulah masa penting dalam sejarah pakaian dalam.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved