KALEIDOSKOP 2017
Februari 2017 - Tetangga Korban Pembunuhan Kasus Pacul Pindah Kamar, Ini yang Mereka Alami
Karyawan pabrik plastik PT Polita Global Mandiri di Kosambi, Kabupaten Tangerang ini korban pembunuhan sadis menggunakan pacul pada Mei 2016.
Hal senada diungkapkan oleh Bilal yang kini menghuni kamar nomor 2 di Mes karyawan PT Polyta Global Mandiri. Dirinya mengatakan bahwa kamar yang pernah dipakai Enno selepas peristiwa sempat kosong.
"Seram apalagi dulu ditutup garis polisi dan selalu gelap," kata Bilal.
Bilal mengatakan bahwa kamar tersebut, baru diisi oleh salah satu pegawai baru PT Polyta Global Mandiri, Rohman. Rohman baru mengisi tempat tersebut sejak tiga bulan yang lalu.
Namun menurut Bilal, sejak menghuni kamar yang pernah menjadi tempat kejadian perkara (TKP) EF, Rohman tidak pernah mengeluh diganggu oleh makhluk halus.
"Orangnya tidak pernah cerita diganggu sama makhluk halus," ujar Bilal.
Sebenarnya Mes karyawan di Pergudangan 8, Bok DV, RT 01 RW 06, Kosambi, Dadap, Kabupaten Tangerang diperuntukkan untuk karyawan perempuan.
Namun sejak kejadian pembunuhan EF, para karyawan perempuan mengeluh minta dipindahkan karena takut.
"Mereka pindah karena takut diganggu," ungkap Bilal.

Bilal mengatakan para karyawan perempuan pindah pada bulan Juli. Dua bulan setelah kasus pembunuhan EF. Akhirnya kini Mes karyawan tersebut diisi oleh karyawan pria.
Sebelumnya, pembunuhan sadis terhadap Enno terjadi ketika pacar Enno, RA (16) berkunjung ke tempat tinggal EF di mes karyawan PT Polyta Global Mandiri.
Saat itu, RA datang ke sana menjelang tengah malam. Di dalam kamar, keduanya dikabarkan bermesraan.
Mereka kemudian berselisih karena EF menolak ajakan RA untuk mengajak hubungan suami istri.
Setelah mendapat penolakan, RA keluar dari mes dan menemui Arifin serta Imam.
Mereka sepakat untuk masuk ke kamar EF lalu menyiksa perempuan itu.
Ketiganya pun masuk dan langsung membekap, menyiksa, juga memerkosa EF.