Minggu, 12 April 2026

KALEIDOSKOP 2017

Februari 2017 - Begini Kronologi Pasangan CLBK Ini Sebelum Umi Kalsum Ditemukan Tergantung

‎Korban bahkan masih sempat mengantarkan temannya itu melalui pelabuhan Batam Centre.

TRIBUNBATAM/ANNE MARIA
Seorang perempuan ditemukan gantung diri di Baloi Kolam, Sabtu (18/2/2017) 

TRIBUNBATAM.id - Kematian Umi Kalsum (26), wanita asal Tanjung Morawa, Deli Serdang, Medan yang tewas tergantung di atas pohon di daerah Baloi Kolam, Sabtu (18/2/2017) kini mulai menemui titik terang.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian mengungkapkan, penangkapan D, yang diketahui kekasih korban berawal dari keterangan para saksi, yakni ibu korban dan rekan korban yakni Eva yang berencana berangkat ke Malaysia bersama-sama dengan Umi Kalsum.

 "Mau jadi TKW. Mereka berdua berangkat Rabu ke Batam, dijemput oleh pacarnya Umi Kalsum si D itu di bandara. Dari Rabu sampai Jumat keduanya ‎di hotel, tapi Jumat, Eva ini sudah duluan berangkat ke luar negeri," ujar Memo Ardian.

‎Korban bahkan masih sempat mengantarkan temannya itu melalui pelabuhan Batam Centre.

Polisi masih mendalami motif di balik peristiwa yang menewaskan Umi Kalsum.

Namun dugaan sementara hal itu didorong oleh kisah asmara keduanya. Tersangka D dan Umi Kalsum yang merupakan mantan pacar, diduga menjalani hubungan asmara kembali. Sementara status D sendiri sudah memiliki istri dan anak.

"Istrinya ada, anaknya dua. Anak korban juga sudah dua, tapi suaminya sudah tidak ada lagi," ucapnya.

Sebelum ditemukan tewas dalam posisi tergantung di hutan Baloi, Sabtu (18/2/2017), D bahkan sempat menghubungi ibu korban pada hari Jumat (17/2/2017) malam.

Kepada ibu korban, D mengaku korban dalam kondisi baik-baik saja, dan mau kembali ke Medan.

"Kalau memang mau bekerja, harusnya kan D bilang berangkat ke luar negeri. Tapi kok dibilang ke ibunya Umi Kalsum mau berangkat ‎kembali ke Medan lagi. Saat itu pelaku ini mengaku korban baik-baik saja," ucapnya.

Hingga kini, kepolisian pun masih mendalami motif pembunuhan tersebut.‎ Apalagi sampai saat ini, pelaku pun tidak mengakui menghabisi nyawanya

"Dia tidak mengaku‎ apa itu bunuh diri atau dibunuh. Dasar kami melakukan penangkapan dan menetapkan sebagai tersangka karena banyak kejanggalan. Dan setelah ditangkap pun dia kita temukan menyimpan barang-barang berharga korban. Kita tidak mengejar pengakuannya. Bahkan handphone korban ini lagi diservis di konter untuk diperbaiki LCD nya hari Minggu. Sehari setelah korban ditemukan tergantung," ucapnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved