Petani di Wacopek Dapat Bantuan dari Bank Indonesia. Ini Harapan dari Wabup Bintan

Sudah 15 tahun Kabupaten Bintan berdiri, sudah tak terhitung bantuan diberikan.

|
Tribunbatam.id
Kepala BI Kepri Gusti Raizal Eka Putra didampingi Kadis Pertanian Kepri Ahmad Rizal, Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam, Kepala Diskoperindag Dian Nusa serta Kepala Ketahanan Pangan Bintan Khairul berfoto bersama di lokasi embung air pertanian organik di lahan holtikultura Wacopek, Bintan Timur, Kamis (28/12/2017). 

TRIBUNBATAM.id, BINTAN – Wakil Bupati (Wabup) Bintan Dalmasri meminta kepada penerima bantuan dari Bank Indonesia (BI) di Wacopek, BIntan Timur, agar tidak menyia-nyiakannya.

Pasalnya, pengalaman selama ini, ada program bantuan yang hasilnya kurang maksimal. 

"Sudah 15 tahun Kabupaten Bintan berdiri, sudah tak terhitung bantuan diberikan. Bantuan ternak misalnya, sampai hari ini belum ada laporan hasilnya sukses atau tidak," kata dia.

Baca: Tak Hanya Manusia, Rudal Juga Mengenal Kasta. Rudal Korea Utara Ternyata Tempati Kasta Tertinggi

Baca: KIAMAT Bisnis Ritel Berlanjut, Lima Toko Ini Diprediksi Gulung Tikar Tahun Depan

Baca: Wali Kota Batam: Yang Punya Kavling Ada Sertifikatnya. Presiden Sudah Canangkan Sertifikat Gratis

Pernyataan Dalmasri tersebut disampaikan di hadapan Kelompok Tani Sumber Makmur yang mendapatkan bantuan Program Dedikasi Negeri oleh Bank Indonesia (BI) di Wacopek, Bintan Timur.

Bantuan diserahkan kepala perwakilan BI Kepri Gusti Raizal Eka Putra disaksikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan Kepri Ahmad Izhar. 

Bantuan berupa kandang komunal, embung dan bendungan air. Bantuan tersebut diharapkan Dalmasri mampu meningkatkan sektor pertanian yang dikembangkan Kelompok Tani Sumber Makmur.

Sebelumnya, kelompok ini juga pernah menerima bantuan proyek pengembangan cabai dan pengendalian pupuk dan peralatan mekanik dari Dinas Ketahanan Pangan Pertania dan Kesehatan Hewan pada Juli 2017 lalu. 

Lewat pemberian bantuan tambahan oleh BI Kepri, program pengembangan holtikultura di Wacopek diharapkan mampu berkembang maju dan bisa mensuplai kebutuhan komoditas tani di Bintan, bahkan bisa berskala ekspor. 

"Dulu pernah ada program pengembangan sentra sayur mayur oleh Gubernur Kepri. Hasilnya diekspor ke Singapura. Ternyata ekspor itu bisa dilakukan satu dua kali. Tapi kali ke tiga macet, kenapa? Karena secara kualitas hasil sayur kita tidak sesuai standar yang dibutuhkan oleh Singapura," kata dia. (min)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved