Sunardi Rakit Sendiri Teropong dari Pipa untuk Lihat Gerhana

Sebuah alat bantu melihat benda antariksa dibuat dari bahan sederhana dari barang bekas.

|
Kompas.com/ Muhammad Syahri Romdhon
Sunardi sedang meneropong angkasa dengan menggunakan teleskop rakitan yang dibuatnya sendiri. 

Teleskop ini pernah ikut dalam kegiatan pemantauan hilal jelang bulan puasa di Pantai Gebang Cirebon, Goa Sunyaragi Cirebon serta Alun-alun Kota Cirebon bersama sejumlah instansi.

Tak hanya itu, melalui teleskop rakitan itu, Sunardi mampu melihat sekaligus mengabadikan gambar galaksi Andromeda, Nebula Orion, Gugus Bintang M7, Gugus Bintang Bola, Bulan, Matahari dan lainnya.

Sejumlah planet pun pernah menjadi bidikannya, yakni Merkurius, Venus, Mars, Jupiter dan Saturnus.

“Untuk dapat merekam, saya membuat sendiri tempat dudukannya untuk handphone. Kalau posisinya sudah tepat, baru dilakukan perekaman berbentuk foto dan juga video. Hasilnya pun tidak kalah bagus dengan kamera yang sedikit lebih mahal dari alat rakitan ini,” katanya sambil tersenyum.

Sunardi mengungkapkan, kesukaannya pada benda-benda luar angkasa dirasakan sejak sekolah dasar.

Dia kerap keluar malam hari dan subuh hari untukmelihat keindahan ciptaan Tuhan. Hobinya terus dipertahankan hingga menginjak SMP dan juga SMA.

“Waktu SMP saya membuat teleskop pakai kacamata bekas. Saat SMA saya buat teleskop paralon pakai lensa kacamata baru. Dan, meski setelah SMA, melanjutkan kerja, saya tetap belajar melalui internet. Akhirnya di tahun 2015, saya bergabung grup Facebook teleskop making. Dari situ, saya memiliki banyak kenalan dan mendirikan Cirebon Astronomy Club,” ungkap Sunardi.

Baca: Prakiraan Cuaca dari BMKG Rabu Hari Ini, Malam Hari Saat Gerhana Bulan Kepri Berawan

Sunardi akan terus mengasah kemampuan serta menghasilkan karya cipta.

Dia sudah membuat sekitar 7 buah teleskop sederhana yang dikirim ke Sumedang dan sejumlah daerah lainnnya.

Sore ini, pada momen langka superblue blood moon, ia bersama Cirebon Astronomy Club akan menyaksikan fenomena alam itu.

Mereka akan mengabadikan hasilnya untuk dijadikan bahan kajian bersama.(Kontributor Kompas TV Cirebon, Muhamad Syahri Romdhon)

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved