Motion

Komunitas Pembudidaya Pala Anambas Ingin Produksi Sirup dan Minyak Atsiri

Taspinardi, seorang petani pala yang juga anggota komunitas mengaku kewalahan memenuhi permintaan pasar untuk membeli bibit Pala ini.

Komunitas Pembudidaya Pala Anambas Ingin Produksi Sirup dan Minyak Atsiri
ISTIMEWA

Siapkan Varietas Baru Lewat Indukan Lokal

KEBERADAAN komunitas pembudidaya Pala di Anambas, tidak hanya berdampak pada meningkatnya taraf kesejahteraan ekonomi masyarakatnya saja.

Bahkan, saat ini, Balai Penelitian Tanama Obat dan Rempah (Balitro) Bogor, Jawa Barat mulai melirik eksistensi komunitas tersebut. Status tanaman indukan unggulan lokal pun, sementara disematkan untuk tanaman Pala yang ada di Anambas ini.

"Untuk saat ini, statusnya ditetapkan sebagai pala indukan lokal," ujar Jonggarman, seorang pembudidaya tanaman Pala di Desa Tiangau Kecamatan Siantan Selatan.

Untuk menghasilkan varietas baru, saat ini sedang dilakukan proses sidang oleh Balitro Bogor, Jawa Barat bersama tim yang sebelumnya beberapa kali berkunjung dan melihat pohon indukan tanaman Pala di Desa Tiangau November 2017 silam.

Peneliti utama bidang pemuliaan dan genetika tanaman Balitro Bogor DR. Ir Nurliani Bermawie kepada saat kunjungannya ke Desa Tiangau beberapa waktu lalu kepada Tribun mengaku baru mengetahui kalau ada tanaman Pala yang menjadi sumber benih di Provinsi Kepri.

Di Indonesia, terdapat enam varietas yang secara keseluruhan berasal dari daerah timur seperti Kepulauan Maluku dan daerah sekitarnya.Tanaman pala yang ada di Desa Tiangau pun, kini telah menjadi sumber benih lokal se- Provinsi Kepri.

Namun demikian dalam peraturan menteri pertanian sumber benih yang sudah ditetapkan sebagai sumber benih lokal, dapat dijadikan sebagai sumber benih nasional dengan lama waktu maksimal tiga tahun, serta harus dilepas sebagai varietas unggul. Sumber benih pala terbaik saat ini, mengacu pada Pala Banda.

"Kualitas pala Banda dipilih, selain memiliki kadar minyak yang tinggi, terdapat kandungan lain pada bagian tanaman seperti pada biji yang memiliki kualitas dengan kadar minyak yang tinggi pula," ungkapnya.
Indonesia pun, saat ini merupakan eksportir pala terbesar di dunia dengan menguasai pangsa pasar antara 70 sampai 75 persen, dengan pangsa pasar mulai dari Jepang, Saudi Arabia, hingga ke Eropa.

Hanya saja, dari sisi produktivitas, pala di Indonesia masih terbilang rendah bila dibandingkan dengan negara produsen terkenal yang telah diakui dunia, yakni Granada.

Halaman
1234
Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved