Senin, 4 Mei 2026

Gara-gara Tak Pandai Panjat Pohon, Agen CIA Ini Tertangkap Tentara Indonesia

Allen Pope sendiri akhirnya diampuni oleh Presiden Soekarno dan dipulangkan ke AS.

Tayang:
The Dakota Hunter
Allan Pope saat ditangkap anggota TNI AL 

TRIBUNBATAM.id - Pada 18 Mei 1958 dini hari, pesawat Angkatan Udara Revolusioner (AUREV) milik Pemberontak Rakyat Semesta (Permesta) yang dipiloti agen CIA, Allan Lawrence Pope, menyerang Pangkalan Udara Pattimura di Ambon.

Pada saat yang sama, di Lanud Liang, pilot P-51 AURI, Kapten Udara Dewanto juga sedang bersiap di kokpit pesawatnya untuk melaksanakan serangan udara menuju Lanud Mapanget AUREV di Manado.

Bahan bakar untuk terbang jarak jauh sudah diisi penuh. Begitu juga dengan amunisi senapan mesin dan roket untuk kepentingan dogfight serta gempuran ke sasaran di darat.

Ketika sedang bersiap-siap untuk take off, tiba-tiba Kapten Dewanto menerima berita tentang serangan udara AUREV di kota Ambon.

Sesuai perintah komandannya, Mayor Leo Wattimena, Kapten Dewanto segera take off dan melesat terbang menuju kota Ambon yang berjarak sekitar 31 km dari Lanud Liang.

Beberapa menit kemudian P-51 yang siap tempur sudah berada di atas udara Ambon. Kapten Dewanto melihat asap mengepul di mana-mana.

Puing-puing yang berserakan dan tersebar dalam jarak tertentu serta pohon-pohon yang hangus berasap menandakan baru saja terjadi serangan udara di Ambon.

Kapten Dewanto kemudian melaksanakan terbang serach and destroy sambil melaksanakan manuver berputar-putar untuk melakukan observasi secara visual.

Setelah sekian menit terbang, B-26 Invader AUREV ternyata tidak terlihat. Kapten Dewanto lalu mengarahkan pesawatnya ke barat menuju lautan.

Demi persiapan dogfight sesuai prosedur, tanki bahan bakar cadangan untuk terbang jarak jauh (ferry tank) dilepas sehingga kecepatan dan kelincahan pesawat bertambah.

Kapten Udara Dewanto terbang makin rendah di atas permukaan laut. Pandangannya tertuju pada konvoi kapal ALRI yang akan melaksanakan serangan ke Sulawesi.

Sekonyong-konyong dilihatnya pesawat B-26 Invader AUREV yang sedang melaju ke arah konvoi kapal ALRI di bawahnya.

Menyadari hadirnya pesawat asing semua kapal ALRI segera mengumandangkan peran tempur udara sambil menyiapkan senapan dan meriam antiserangan udara.

P-51 Dewanto segera dipacu terbang mengejar dan beruntung bisa menempatkan diri persis berada di belakang B-26 tersebut.

Walaupun sempat ragu karena posisi musuh tepat antara kapal dan P-51, dan menyadari bahwa kapal-kapal perang ALRI mulai melepaskan tembakan, Kapten Dewanto juga langsung menembak dengan roketnya.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved