Kamis, 14 Mei 2026

Tim Dokter Kepresidenen Dikirim Pantau Kondisi Habibie di Muenchen

Sespri Habibie, Rubijanto mengatakan, awalnya Habibie merasakan mengalami sulit dan sesak bernapas, Selasa (27/2)

Tayang:
Kompas/Wisnu Nugroho
Repro foto BJ Habibie dan Hasri Ainun Besari yang dipamerkan di acara Habibie Festival di Museum Nasional, Jakarta, Kamis (11/8/2016). 

TRIBUNBATAM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan mengirim dokter kepresidenan ke Jerman guna memantau langsung kondisi Presiden Ketiga Indonesia, BJ Habibie.

Diketahui, saat Habibie tengah dirawat di Munchen, Jerman.

Hal ini dikarenakan adanya kebocoran pada klep jantung yang pernah dipasang.

Anak Habibie, Ilham Habibie membenarkan kondisi ayahnya yang tengah dirawat.

Baca: Klep Jantung Ada Gangguan, BJ Habibie Dirawat di Muenchen

Baca: BREAKING NEWS! Bawaslu: PBB Berhak Ikut Pemilu 2019

"Benar (dirawat di Munchen). Terima kasih atas doa dan perhatiannya. Semua under control," ujar Ilham, saat dihubungi Tribunnews.com melalui aplikasi WhatsApp.

Sementara Sespri Habibie,  Rubijanto mengatakan, awalnya Habibie merasakan mengalami sulit dan sesak bernapas, Selasa (27/2).

Ia pun dibawa ke Klinik Starnberg, Munchen, Jerman.

"Tim dokter langsung memeriksa dan diketahui bahwa klep jantung termonitor ada kebocoran," ujar Rubijanto.

Baca: Wow. Penjual Bakso Ini Berpakaian Kayak Karyawan Kantor. Harga Baksonya Juga Murah Bingit

Baca: Studio Musik Rhoma Irama Ditembak Orang Tak Dikenal. Proyektil Nempel di Kusen Pintu

Kebocoran ini, katanya, persis seperti yang dialami oleh Almarhumah Ibu Hasri Ainun Habibie.

Rubijanto menjelaskan akibat dari kebocoran klep jantung itu, Habibie mengasihi penumpukan air pada paru-parunya.

"Menurut penjelasan dokter, penumpukan air sampai dengan 1,5 liter sehingga terasa sulit atau sesak napas. Tensi beliau juga meningkat sampai 180 ke atas," ungkapnya.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved