HADEH! Selama 4 Tahun, Pria Ini Setrum Istri dan Anaknya Jika Salah, Termasuk Main HP

Ia ditangkap polisi setelah dilaporkan kerap menyiksa istri dan anak kandungnya sendiri dengan cara menyetrum dengan listrik.

HADEH! Selama 4 Tahun, Pria Ini Setrum Istri dan Anaknya Jika Salah, Termasuk Main HP
Kompas,com/Hamzah
Iwan memperagakan cara dia menyetrum istri da anaknya sebagai hukuman jika salah. 

TRIBUNBATAM.ID, LAMONGAN -  Niatnya memberi hukuman dengan cara sendiri, tetapi justru harus berurusan dengan hukum.

Itulah Iwan Kurniawan (41), warga Perumda Deket Gang V, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Ia ditangkap polisi setelah dilaporkan kerap menyiksa istri dan anak kandungnya sendiri dengan cara menyetrum dengan listrik.

MKN, sang istri yang tak kuat dengan perlakuan sang suami, akhirnya melaporkan tindakan yang dilakukan Iwan pada tanggal 26 dan 27 Maret 2018 lalu kepada polisi.

Tidak hanya MKN, putrinya yang masih berusia 14 tahun juga kerap mendapatkan hukuman dengan cara yang sama karena hal sepele.

Misalnya lantaran AW bermain telepon seluler (ponsel) saat belajar dan MKN yang ditugasi untuk mengawasi ternyata tertidur.

Perbuatan itu dilakukan Iwan bahkan sudah empat tahun lamanya.

Berdasarkan keterangan MKN kepada polisi, Iwan kerap kali menyetrum dirinya dan anaknya saat mereka berdua melakukan kesalahan di mata Iwan.

"Sebagai bahan pelajaran saja, Pak, agar tak lagi mainan telepon saat jam belajar,” ujar Iwan kepada Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung saat ekspose di Mapolres Lamongan, Kamis (29/3/2018).

Meskipun sudah lama mendapat penyiksaan dari sang suami yang mengaku khilaf, MKN baru melaporkan ke polisi karena sudah tak kuat lagi menderita.

“Dari keterangan korban, aksi penyetruman itu sudah terjadi kurang lebih sejak empat tahun lalu. Begitu mereka melakukan kesalahan langsung disetrum. Tapi baru dilaporkan kemarin, mungkin karena istrinya sudah nggak kuat lagi dengan perlakuan seperti itu dari sang suami,” tutur Kasatreskrim Polres Lamongan AKP Yadwivana Jumbo Qantasson.

Atas perbuatan yang dilakukan kepada anak dan istrinya, Iwan terancam dengan Pasal 44 Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam lingkup rumah tangga (KDRT) dengan ancaman lima tahun penjara.

Akibat trauma mendalam atas kejadian yang dialami, AW dan MKN mendapat perlindungan dan bantuan pendampingan dari Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Lamongan.

Iwan menjalani proses hukum dan terancam kehilangan status dirinya sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di salah satu instansi di lingkup Pemerintah Kabupaten Lamongan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: "Ayah Setrum Istri dan Anak untuk Beri Pelajaran karena Main Ponsel"

Editor: Alfian Zainal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved