Batam Menari 2018
VIDEO. Batam Menari Hambur-hamburkan Uang? Ini Jawaban Makjleb Kepala BP Batam
Memang banyak yang mempertanyakan seakan-akan BP Batam saat ini keluar dari tugas pokoknya. Tapi kami katakan tidak. Pariwisata itu juga industri.
Penulis: Dewi Haryati |
Laporan Tribun Batam, Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.id, BATAM- Malam-malam, Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo dan tim berkunjung ke Kantor Tribun Batam, Jumat (6/4/2018).
Kedatangan Lukita ini disambut hangat Pemimpin Perusahaan Tribun Batam, Danang Purwoko Raharjo, Pemimpin Redaksi Tribun Batam, Dwie Sudarlan, dan awak redaksi lainnya.
Kehadiran Lukita ke Kantor Tribun untuk menyampaikan perkembangan terkait acara kolosal yang akan berlangsung, Minggu (8/4/2018), yakni Batam Menari 2018.
Kegiatan yang digerakkan BP Batam ini direspons positif. Bahkan informasinya juga viral di Yogyakarta dan daerah lainnya.
Antusiasme masyarakat yang ingin menyaksikan kegiatan Batam Menari, Minggu (8/4) ini, terbilang tinggi. Tak hanya dari masyarakat Batam, begitupun dari masyarakat luar.
Lukita mengatakan, dari laporan yang diterimanya, tingkat kunjungan wisatawan ke Batam via Bandara Hang Nadim meningkat belakangan ini.
Begitupun dengan tingkat hunian hotel-hotel di Batam, yang rata-rata terisi penuh dipesan wisatawan dari luar, jauh-jauh hari.
"Padahal ini bukan long weekend. Tapi kunjungan wisatawan dan tingkat hunian hotel-hotel meningkat dua kali. Sampai ada yang minta tolong saya carikan hotel di Batam," kata Lukita.
Sementara dari sisi kepesertaan, sebanyak 19.693 orang terverifikasi akan ikut memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) tersebut, melampaui target 16 ribu peserta.
Lukita mengatakan, even Batam Menari merupakan salah satu kegiatan yang digelar BP Batam untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Batam.
Di saat sektor perdagangan dan industri sedang menurun akibat lesunya perdagangan global, pihaknya mencari sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Satu di antaranya lewat sektor pariwisata.
"Memang banyak yang mempertanyakan seakan-akan BP Batam saat ini keluar dari tugas pokoknya. Tapi kami katakan tidak. Pariwisata itu juga industri. Ini harus kita gerakkan sembari terus memacu sektor lainnya bangkit kembali," ujarnya.
Lantas mengapa dipilih Batam Menari?
Batam memiliki keanekaragaman budaya yang terbilang tinggi. Apalagi Batam sebagai miniatur Indonesia.
Di sisi lain, tarian merupakan kegiatan yang identik dilakukan secara berkelompok dan bersama-sama dan akan menarik jika dikemas dengan bagus.
"Jadi dengan keragaman budaya yang ada di Batam, kita gerakkan masyarakat supaya bisa menunjukkan ke dunia, kalau Batam ini kompak dan bisa memberikan suguhan yang menarik," kata Lukita.
Demi suksesnya kegiatan ini, BP Batam menggandeng seniman Guruh Soekarno Putra untuk menciptakan koreografi tarian Rampai Batam.
Lukita menegaskan bahwa yang dikejar dari Batam Menari ini bukan sekadar rekor MURI.
"Kita harapkan Batam Menari ini bisa jadi gebrakan untuk membuka mata nusantara dan dunia, kalau ada sesuatu yang baru di Batam. Bisa jadi trending topic di berbagai media, sosmed, dan menggugah masyarakat Batam, bangga dengan keragaman budaya yang dimiliki, bisa kompak," ujarnya.
Baca: Ratusan Personel Keamanan akan Amankan Batam Menari, Warga Diminta Kerjasama agar Sukses
Baca: Artis Pengisi Batam Menari Menyapa Warga Batam. Ini katanya Lewat video
Baca: Batam Menari 2018. Libatkan Siswa SLTA dari 36 Sekolah dan Perguruan Tinggi di Batam
Untuk dana di even ini, BP Batam juga menggandeng sponsor dari luar.
Lukita menepis penilaian negatif sebagian masyarakat bahwa BP Batam menghambur-hamburkan uang.
"50 persen dari kami. Tapi kami juga ada sponsor dari Bandung, Jakarta, dan pengusaha lokal. Kami siap mempertanggungjawabkan kegiatan ini," kata Lukita.
Mantan Sekretaris Menko Perekonomian ini menilai, untuk membangun destinasi wisata memang perlu waktu.
Apalagi, Pemko Batam yang saat ini terus membeahi infrastruktur dan mempercantik Kota Batam, harus didukung bersama-sama.
Sambil menunggu pembenahan, banyak destinasi yang bisa digali dari kelompok-kelompok masyarakat yang bisa digerakkan.
Lukita mencontohkannya wisata religi saat perayaan Nyepi, beberapa waktu lalu.
"Ini juga bisa menjadi satu hal yang menarik. Termasuk juga dengan apa yang dilakukan Pak Asman Abnur (MenPAN-RB) yang mengatakan, semua masjid di Batam bisa menjadi destinasi religi," kata Lukita.
Lukita mengatakan, BP Batam ingin menggerakkan masyarakat Batam, agar bersama-sama membuat Batam ke depan semakin menarik sehingga berbagai ide-ide kreatif harus ditampilkan.
Pada akhirnya nanti, jika ekonomi Batam tumbuh membaik, masyarakat juga bisa merasakan dampak ekonominya.
Kalau sebelumnya orang dari Jakarta hanya tinggal satu malam di sini atau hanya singgah dan menyeberang ke Singapura, ke depan harus "ditahan" dengan berbagai kegiatan yang menarik.
"Wisata itu sederhana rumusnya. Semakin lama seseorang mengunjungi sebuah tempat, maka perekonomian bergerak secara otomatis. Inilah yang akan kita kembangkan ke depan," katanya.
Ketua Panitia Pelaksana Batam Menari, Dendi Gustinandar menambahkan, meski peserta yang terverifikasi sebanyak 19.693, jumlah peserta yang mendaftar lebih dari 22 ribu orang.
Pihaknya sudah menutup pendaftaran pekan lalu.
"Kalau masih ada yang mau ikut, datang saja. Persoalannya nanti, cukup tak tempatnya. Kita sudah lakukan simulasi. Dari bundaran BP Batam ke Masjid Raya, ke Harmoni One itu kita perkirakan 18 ribu orang. Paling mentok sampai ke Hotel 01," kata Dendi.
Pihaknya akan menempatkan instruktur di beberapa tempat. Untuk area transit bagi penonton, ditempatkan di Alun-Alun Engku Putri Batam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/siswa-sman-12-batam-latihan-untuk-batam-menari-2018_20180406_110855.jpg)