Selasa, 14 April 2026

Pemilu Malaysia 2018

Pemilu Malaysia - Dari Penjara, Anwar Ibrahim Minta Pendukungnya Pilih Dr M, Najib Percaya Diri

"Jika saya dapat memutar kembali waktu dan memilih lagi, saya mungkin tidak akan memecatnya (Anwar Ibrahim), saat itu," kata Mahathir

abcnews
Anwar Ibrahim dan Mahathir Mohamad 

TRIBUNBATAM.id, KUALA LUMPUR - Pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, mendesak para pendukungnya untuk memilih mantan musuh politiknya, Mahathir Mohamad pada Pemilu Rabu (6/5/2018) besok.

Seperti diketahui, Anwar adalah mantan Wakil PM di zaman pemerintahan Mahathir yang dikenal dengan panggilan Dr M.

Anwar dijebloskan ke penjara oleh Mahathir dengan berbagfai tuduhan, mulai dari kasus sodomi hingga korupsi.

Namun, dalam Pilihan Raya Umum (PRU) ke-14 ini, Mahathir justru bergabung dengan oposisi Pakatan Harapan dan berpasangan dengan istri Anwar, Wan Azizah Wan Ismail.

Turun gunungnya Dr M (92) dan bergabung dengan oposisi memang menjadi kejutan besar sehingga membuat persaingan untuk melawan koalisi pemerintahan Barisan Nasional semakin ketat.

Baca: Pemilu Malaysia - Mahathir Comeback, Lawan PM Najib Razak Besok. Isu Rusuh Berhembus

Baca: HEBOH! Berpose dengan Perut Membengkak. Lucinta Luna Hamil?

Sejumlah survei independen menyebutkan bahwa suara BN tergerus di sejumlah wilayah Semenanjung Malaysia kendati BN masih unggul tipis terhadap koalisi oposisi DAP dan PKR tersebut.

Terlepas dari siapa yang menjadi PM, Mahathir diperkirakan sukses mendongkrak kursi oposisi di parlemen.

Menyesal penjarakan Anwar

Mahathir mengakui bahwa dirinya salah telah memecat Anwar di masa kepemimpinannya.

"Jika saya dapat memutar kembali waktu dan memilih lagi, saya mungkin tidak akan memecatnya, saat itu," kata Mahathir dalam wawancara eksklusif dengan Sin Chew Daily di Putrajaya.

Mahathir saat ini menjadi ketua aliansi oposisi Pakatan Harapan mengatakan, dia tidak punya pilihan saat itu, karena polisi telah menyerahkan semua bukti kepadanya.

Mahathir juga mengatakan bahwa saat itu, ia hanya memiliki kekuasaan untuk memecat Anwar sebagai wakil PM dan menteri keuangan, dan itu adalah keputusan kolektif dewan tertinggi UMNO untuk memecat Anwar sebagai wakil presiden partai.

"Itu bukan keputusan saya," tambahnya.

Setelah pemecatannya, Anwar dipenjara pada tahun 1999 setelah dinyatakan bersalah melakukan korupsi.

Namun, melihat kondisi Malaysia saat ini, Mahathir kemudian "menebus dosanya" dan mendatangi Azizah untuk bergabung.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved