Ramadan dan Lebaran 2018
MENIKMATI 3 Tradisi Warga Islam dan Hindu di Bali yang Bikin Ramadan Makin Adem
Meski mayoritas warga Bali menganut agama Hindu, antusias masyarakatnya dalam menyambut bulan Ramadan tidak kalah dengan tempat lain.
Sate yang hanya muncul di bulan puasa ini berbahan baku puting susu sapi yang dibumbui agak pedas, dipotong kotak-kotak dengan lebar sekitar 2 sentimeter tetapi relatif tipis.
Sate tusuk ini biasanya dijual seharga Rp 2.000 untuk setiap tusuknya.
Peminat sate susu inipun bukan hanya umat Muslim saja, melainkan juga umat Hindu di Bali. Saking nagihnya, banyak pula yang coba memasaknya di rumah.
Ngejot

Warga Desa Pegayaman, Buleleng sering mengadakan tradisi ini saat menjelang Idul Fitri.
Biasanya tradisi dilakukan dengan cara membawa makanan ke rumah saudara guna silaturahmi.
Yang paling mengejutkan, mereka yang non-Muslim pun turut mendapat. Tujuannya adalah untuk menjaga kebersamaan antar umat beragama.
Sebaliknya, pada hari-hari besar Hindu, umat Hindulah yang akan membawakan hantaran kepada kerabat Muslim.
Tidak cuma di Bali, Indonesia masih punya tradisi unik lainnya dalam menyambut bulan suci Ramadan.
(penulis/Dana Delani)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Cara Umat Hindu dan Muslim di Bali Bikin Ramadan Jadi Adem
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/tradisi-ramadan-di-bali_20180522_173054.jpg)