Kedatangan Kim Jong-un ke Singapura Kemungkinan akan Dikawal Jet Tempur China

Pemerintah Cina kemungkinan bakal mengirimkan sejumlah jet tempurnya untuk mengawal pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menuju ke Singapura.

Kedatangan Kim Jong-un ke Singapura Kemungkinan akan Dikawal Jet Tempur China
CCTV
China memperkenalkan jet tempur terbaru mereka, FC 1 Xiaolong, Kamis (27/4/2017). 

TRIBUNBATAM.id, BEIJING - Pemerintah Cina kemungkinan bakal mengirimkan sejumlah jet tempurnya untuk mengawal pesawat yang membawa pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menuju ke Singapura.

"Mengawal (seorang kepala negara dengan menggunakan jet tempur merupakan protokol keamanan tertinggi yang bisa disediakan angkatan udara," kata seorang sumber AU Korea Selatan kepada harian South China Morning Post.

"Jika China benar-benar menyediakan pengawalan, hal itu bisa jadi sekaligus menjadi pesan bagi aliansi AS-Korsel bahwa China mendukung rezim Korut," tambah sumber itu.

Kim Jong-un diketahui amat paranoid jika terkait keamanan pribadinya sehingga rute perjalanannya menuju Singapura hingga saat ini belum diketahui.

Namun, beberapa orang yang dekat dengan pengamanan keluarga Kim mengatakan, Pyongyang akan mengambil "langkah ekstra" untuk memastikan keamanan sang pemimpin.

Baca: Donald Trump Berencana Undang Kim Jong-un ke Gedung Putih Pasca-KTT Singapura

Baca: Pengacara Donald Trump Ungkap Kim Jong-un Pernah Memohon agar KTT tak Dibatalkan

"Jumlah pengawal dan rute perjalanan menjadi prioritas utama Korea Utara selama Kim berada di Singapura," kata Lee Yun Keol, yang pernah bekerja di unit penagamanan pemimpin Korea Utara, sebelum membelot pada 2005.

"Kim nampanya akan memilih terbang ke Singapura melewati wilayah udara China untuk memastikan keamanannya, sehingga dia mendapatkan pengawalan dari China," tambah Lee.

Rute penerbangan yang digunakan seorang kepala negara saat melakukan kunjungan ke luar negeri biasanya dirancang dengan hati-hati dan amat dirahasiakan.

Sehingga tak aneh jika pesawat kenegaraan dikawal jet tempur saat melakukan kunjungan kerja. Demikian analis militer yang berbasis di Hongkong Song Zhongping.

Namun, lanjut Song, amat tak lazim adalah pengawalan pesawat tempur saat menuju ke wilayah udara negara ketiga.

"Biasanya, pesawat seorang kepala negara akan dikawal jet angkatan udara sebelum tiba di perbatasan dan biasanya negara tuan rumah akan mengirim jet tempurnya untuk menunggu di wilayah udara mereka," kata Song.

Halaman
12
Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved