Kisah Pasukan Kostrad yang Minim Data Intelijen Mampu Tembus Belanda di Papua Saat Trikora
Dalam Operasi Trikora untuk memperebutkan wilayah Irian Barat (Papua) dari tangan Belanda (1960-1963), pasukan lintas udara andalan Kostrad
Ketika para pasukan Tim Rajawali sudah berhasil mendarat di tanah mereka ternyata mendapat tantangan baru karena mengalami kesulitan untuk berkumpul.
Pasalnya jarak pendaratan antar personel yang satu dengan yang lainnya berjauhan dan tidak bisa saling memanggil.
Supaya posisi masing-masing pasukan saling diketahui senjata pun terpaksa diletuskan sebagai alat komunikasi.
Satu persatu personel pasukan Tim Rajawali mulai bisa berkumpul tapi suara tembakan itu juga didengar oleh tentara Belanda yang kemudian menyerang menggunakan mortir.
Dari jumlah 70 orang yang diterjunkan 42 orang berhasil berkumpul dan melanjutkan pertempuran, 13 orang tertangkap pasukan Belanda, dan sisanya hilang atau gugur.
Tapi perjuangan pasukan Linud Kostrad yang gagah berani itu akhirnya membuahkan hasil dengan kembalinya Irian Barat ke RI pada 23 Agustus 1962.
Pasukan Belanda sendiri mengakui kehebatan pasukan Kostrad itu karena pada jaman itu sebenarnya tidak ada pasukan yang berani terjun di hutan belantara Papua kecuali pasukan Indonesia (TNI). (Intisarionline)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kostrad_20171121_192326.jpg)