KRISIS EKONOMI TURKI
Kremlin Dukung Turki Buang Dolar AS. Pengamat: Trump Mengirimkan Badai Turki ke AS
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berencana akan "membuang" dolar dalam setiap transaksi perdagangan luar negeri dengan sejumlah negara.
Alih-alih mencoba membantu meredam krisis mata uang Turki, seperti yang dilakukan saat krisis mata uang Asia tahun 1998, administrasi Trump telah keluar dari rel dan justru memperbutuk krisis negara itu.
"Masalah ini tidak hanya memperburuk Turki, tetapi juga mengirim badai ke AS sendiri," kata Lachman, mantan wakil direktur di Departemen Pengembangan dan Tinjauan Kebijakan Dana Moneter Internasional (IMF).
Kebijakan Trump, kata Lachman, akan berdampak pada industri keuangan global karena memunculkan risiko gagal bayar utang luar negeri Turki terhadap sejumlah industri keuangan global.
Akibatnya, akan terjadi turbulensi pada emerging market atau negara-negara berkembang lainnya, yang justru berdampak buruk pada pemulihan ekonomi AS.
IMF mengungkapkan dua risiko yang akan dihadapi Turki jika negara itu mengalami krisis.
Pertama, jika Lira Turki mengalami depresiasi 30 persen dari levelnya pada awal tahun, utang luar negeri Turki akan naik menjadi lebih dari 80 persen PDB (pendapatan domestik bruto).
Dengan kondisi bahwaq lira sudah jatuh 40 persen, maka utang luar negeri Turki akan naik menjadi sekitar 100 persen PDB.
Kerentanan kedua, Turki membutuhkan pendanaan eksternal yang luar biasa tinggi, mencapai 250 miliar dolar per tahun untuk menutup defisit neraca berjalan sekitar 5 persen dari PDB.
Ekonomi Turki empat kali ukuran Yunani dan dengan kondisi yang buruk saat ini, akan menimbulkan krisis investasi perbankan, seperti tahun 2008.
"Kejatuhan Lechmann Brothers yang menandai 10 tahun krisis keuangan AS belum lagi reda. Kekacauan perbankan yang ditimbulkan oleh kebijakan Gedung Putih akan menjadi badai besar bagi lembaga keuangan global dan AS sendiri," kata Lachmann.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/krisis-turki_20180813_203058.jpg)