AS vs China Kian Memanas, Militer China Tantang AS dan Hampir Tabrak Kapalnya di Laut China Selatan

Dalam laporan, kapal perusak China Luyang melaju dalam jarak dekat dengan kapal AS kelas Arleigh Burke di dekat kepulauan Spartly.

INTISARI

TRIBUNBATAM.id - Ketegangan antara Amerika Serikat dan China hingga saat ini semakin memanas saja.

Menurut sebuah laporan yang dilansir Thisisinsider Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China dilaporkan terlibat dalam gesekan dengan Angkatan Laut AS di Laut China Selatan.

Peristiwa tersebut terjadi di Laut China Selatan, Minggu (30/9/2018), selama operasi navigasi-pembebasan yang melibatkan USS Decatur.

Dalam laporan, kapal perusak China Luyang melaju dalam jarak dekat dengan kapal AS kelas Arleigh Burke di dekat kepulauan Spartly.

Tindakan konfrontatif tersebut telah membuat kapal AS terpaksa melakukan manuver dan tindakan tidak profesional di sekitar Graven Reef Laut China Selatan.

Baca: China dan Amerika Serikat Masih Ngotot Perang Dagang, Bisnis Ritel Jadi Sektor Paling Terpuruk

Baca: China Tak Gentar Hadapi Perang Dagang Amerika Serikat

Baca: Polisi dan Bawaslu Ancam Penyebar Ujaran Kebencian dan Hoaks Jelang Pemilu. Ini Sanksinya

"Serangkaian manuver agresif disertai peringatan memaksa Decatur untuk menghindar," kata juru bicara AS.

Dalam sebuah pernyataan, jika kapal AS tidak melakukan manuver tentu terjadi tabrakan dengan kapal China.

"Kapal dan pesawat Angkatan Laut AS beroperasi di seluruh Indo-Pasifik secara rutin, termasuk di Laut Cina Selatan," menurut sebuah pernyataan.

"Seperti yang kita miliki selama beberapa dekade, pasukan kita akan terus terbang, berlayar dan beroperasi di mana saja hukum internasional memungkinkan," tambahnya.

Insiden tersebut terjadi setelah ketegangan antara Washington dan Beijing untuk meningkatkan berbagi masalah, termasuk perang dagang.

Peningkatan aktivitas militer Amerika di daerah tersebut juga dicurigai Beijing sebagai tindakan yang mengancam.

Selain insiden yang baru saja terjadi tersebut, Angkatan Udara AS B-52 Starofortress pesawat pembom jarak jauh milik AS juga melintas di Laut Timur dan Laut China Selatan.

Penerbangan tersebut dianggap Beijing sebagai tindakan provokatif.

Menurut China, pihaknya berhak menggunakan "sarana yang diperlukan" untuk membela kepentingan nasionalnya.

China juga mengatakan pada Jumat (28/9/2018) akan melakukan latihan menembak langsung di Laut Cina Selatan dalam unjuk kekuatan di wilayah yang diperebutkan.

Sementara itu, China telah membatalkan dua pertemuan keamanan tingkat tinggi dengan para pejabat pertahanan AS dalam seminggu terakhir.

Sedangkan pada bulan lalu, kapal serbu amfibi milik Inggris juga menantang klaim China terhadap perairan yang diperebutkan dengan berlayar di dekat kepulauan Paracel. (intisari)

Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved