Sejumlah Siswi SD di Kendal Keracunan Permen Jelly Bentuk Stik

Sejumlah siswa di SD Negeri 1 Ngadiwarno Ikut, Dusun Ngadiwongso, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal mengalami keracunan jelly

Sejumlah Siswi SD di Kendal Keracunan Permen Jelly Bentuk Stik
Sejumlah siswa di SD Negeri 1 Ngadiwarno Ikut, Dusun Ngadiwongso, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal keracunan akibat mengkonsumsi permen Jelly Bentuk Stik, Selasa (2/10/2018). 

TRIBUNBATAM.id - Puluhan siswa di SD Negeri 1 Ngadiwarno Ikut, Dusun Ngadiwongso, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal mengalami keracunan akibat mengkonsumsi permen Jelly Bentuk Stik, pada Selasa (2/10/2018).

Kisah tersebut dibagikan oleh Facebook Yuni Rusmini yang diunggah pada Rabu (3/10/2018).

Awalnya sekira pukul 08.30 WIB saat jam istirahat siswa-siswa (korban) tersebut bersama-sama membeli permen 'Jelly bentuk stik' di kantin sekolah.

Baca: Ikut Konsumsi, Penjual Pil PCC Ternyata Juga Keracunan Pil yang Dijualnya

Baca: Empat Bayi Baru Lahir Meninggal di ICU. Ternyata Penyebabnya Keracunan Darah Gegara Bakteri Ini

Baca: Mata Melotot dan Kejang-kejang, 11 Orang Keracunan Miras Ginseng dan 7 Diantaranya Tewas

Usai mengkonsumsi permen tersebut mereka merasa lemas, pusing dan perut mual.

Guru sekolah yang mendapat laporan tersebut lantas membawa siswa-siswa tersebut ke petugas medis Puskesmas Sukorejo 2.

Petugas memeriksa 14 siswa yang diduga keracunan, sedangkan enam siswa di antaranya dirujuk ke puskesmas Sukorejo 1 untuk dapatkan perawatan intensif.

Kemudian pihak Puskesmas Sukorejo 2 bekerjasama dengan petugas Polsek Sukorejo untuk menangani lebih lanjut kasus ini.

Hal serupa juga dialami oleh siswi SD Sidakaya Bandengan Cilacap berinisial Na, bahkan ia sampai meninggal akibat konsumsi permen ini.

Na membeli permen lipstik, Jumat (28/9/2018), di sekitar sekolahnya. Sesaat setelah itu, dia justru muntah-muntah dan kemudian dinyatakan keracunan oleh pihak rumah sakit.

Na lalu dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 20.00 WIB. Permen lipstik yang dibeli Na diduga mengandung zat kimia berbahaya.

Atas kejadian itu, penggungah pun meminta agar orangtua lebih berhati-hati dan selalu mengawasi anaknya.(*)

Editor:
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved