Breaking News:

GEMPA DONGGALA PALU

Terpisah dari Orangtanya, Bocah 12 Tahun Ini Selamatkan 2 Adiknya saat Gempa Palu

Seorang bocah 12 tahun, Abu Syatif Ayusman menyelamatkan dua adiknya saat gempa dan tsunami mengguncang Palu.

Editor: Tri Indaryani
KOMPAS.com/Hendra Cipto
Ratusan anak-anak korban bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah ditampung di kompleks SD dan TK Panrita, Jalan Bukit Baruga, Kota Makassar. 

Sehari setelah gempa, Yusman sempat kembali ke rumahnya yang rusak. Tapi di sana, dia tidak menemukan orangtuanya.

Yusman juga tidak mengetahui siapa nama mereka karena sejak kecil terbiasa memanggil dengan sebutan Ayah dan Ibu Bat.

Tidak berhasil menemukan orangtuanya, Yusman kembali ke tempat pengungsian sementara di perbukitan Vatutela.

Yusman dan kedua adiknya ikut pengungsi lainya ke Bandara Mutiara Al Jufri dengan menumpangi mobil.

Setibanya di bandara Kota Palu, Yusman dan kedua adiknya bersama pengungsi lainnya menunggu dua hari hingga akhirnya berhasil diangkut menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU.

“Setelah tiba di Makassar, kami di sini diberi makanan, minuman, dan pakaian. Kami sehat di sini. Saya harap kedua orangtua kami selamat dan bisa kembali bertemu,” tutur Yusman.

Sambungan Telekomunikasi ke Donggala Mulai Pulih Yusman mengatakan, sejak gempa berlangsung ia terpisah dari orangtuanya.

Sejak saat itu, ia tidak mengetahui keberadaan orangtuanya. Beruntung, ia berhasil menyelamatkan kedua adiknya.

“Saya dan kedua adikku ada di Makassar, setelah bertemu dengan tante di bandara Kota Palu. Ayah sama ibu belum tahu kabarnya di mana. Mudah-mudahan orangtua kami selamat dan bisa berkumpul kembali,” kata Yusman dengan terbata-bata. (*)

*Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bocah 12 Tahun Selamatkan Dua Adiknya saat Gempa di Sulteng"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved