Sabtu, 11 April 2026

Bintan Terkini

Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Bintan Terjunkan Tim Cek Bau Amis Dekat Perusahaan Pengelolaan Udang

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bintan mendadak menerjunkan tim ke pesisir Km 47, Trikora, Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang

Tribun Batam/Aminudin
Tim DLH akan mengecek keberadaan air berbau amis menyengat yang mengalir dari parit dekat perusahaan pengelolaan udang vaname. 

TRIBUNBINTAN.COM, BINTAN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bintan mendadak menerjunkan tim ke pesisir Km 47, Trikora, Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang.

Tim ini untuk mengecek keberadaan air berbau amis menyengat yang mengalir dari parit dekat perusahaan pengelolaan udang vaname. Parit tersebut bermuara ke laut.

Baca: Lahan Kosong Kerap Jadi Tempat Pembuangan Sampah, DLH Batam Pasang Garis Yustisi

Baca: Kasus Pungli DLH Batam, Jaksa Tuntut Dendi Purnomo Penjara 15 Bulan!

Baca: Pembakaran Limbah Elektronik di Tanjunguncang, Ini Pengakuan Mengejutkan Kepala DLH!

Perusahaan pengelolaan udang vaname yang lokasinya di sekitar parit, sebelumnya pada Senin (9/8/2018) sudah berbicara. Bau amis air parit yang disebut tercemar limbah tersebut bukan karena dampak tambak udang mereka.

Soal warna hijau pekat pada selokan, dimungkinkan karena pengaruh lumut. "Lumut dimana mana pasti membuat air di sekitarnya terlihat hijau,"demikian penjelasan pihak perusahaan.

Namun, perusahaan menyampaikan tetap akan berkoordinasi dengan DLH Bintan soal isu limbah dimaksud.

Pada Selasa (9/10/2018), Dinas Lingkungan Hidup Bintan pun menanggapi dengan turun langsung ke lokasi mengecek.

"Kita turunkan tim, mengecek, bagaimana sebetulnya limbah dimaksud,"kata Kadis DLH Afrizal.

Ia mengatakan, dinasnya baru tahu hal ini setelah ada berita terkait itu. Padahal perusahaan pengelolaan udang vaname tersebut sudah beroperasi beberapa bulan.

Soal limbah sendiri, Afrizal menjelaskan, setiap usaha terutama dalam bentuk badan usaha PT tentunya memiliki sistematikan pengelolaan limbah tersendiri yang jauh lebih baik. Keberadaan bak endapan seperti dalam konteks perusahaan peternakan udang yang pihaknya cek maka endapannya harus seimbang.

"Ada beberapa treatmen yang seharusnya dilakukan, kalau kolamnya banyak, maka debit air limbahnya banyak. Nah kolam pengendapannya juga harus seimbang. Terkait bau amis, semestinya harus menggunakan obat agar hilang,"kata dia. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved