BATAM TERKINI

Defisit Terjadi Lagi Setelah Pembahasan APBD-P, Azmansyah Tegaskan Defisit Tahu Akhir Tahun

Defisit APBD 2018 terjadi lagi setelah APBD perubahan disahkan. Padahal, Banggar sudah sering mengingatkan agar tidak terjadi kesalahan lagi.

Defisit Terjadi Lagi Setelah Pembahasan APBD-P, Azmansyah Tegaskan Defisit Tahu Akhir Tahun
Raja Azmansyah 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Defisit APBD 2018 terjadi lagi setelah APBD perubahan disahkan. Padahal, Banggar sudah sering mengingatkan agar tidak terjadi kesalahan lagi saat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD P 2018.

"Sudah kita ingatkan. Apakah target yang sudah diubah ini akan dapat tercapai. Mereka sangat yakin target itu tercapai. Jangan sampai sudah dilakukan rasionalisasi anggaran, justru terjadi defisit lagi," ujar Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Batam Aman, Jumat (19/10/2018).

Baca: Imbas Defisit Anggaran, Rafiq Pangkas Anggaran OPD

Baca: Menteri Sosial : Pemerintah Bangun Barak untuk Pengungsi Gempa dan Tsunami di Palu

Baca: Video. 20 Rumah Ludes Dilalap Api, Tetangga Korban: Saya Mendengar Suara Ledakan Berkali-kali

Akibat defisit ini, pembayaran proyek fisik bisa dilakukan awal tahun 2019 dan akan membebani keuangan di APBD 2019. Informasi terkait defisit ini diungkapkan dari salah seorang pegawai Pemko Batam, terjadi defisit lagi karena target penerimaan tak tercapai.

"Sore ini dinas terkait akan dikumpulkan dan membahas soal ini," tutur Aman di DPRD Kota Batam, Jumat (19/10/2018).

Memang di triwulan ketiga ini, kata Aman, masih banyak Dinas yang tidak tercapai. Ia mendorong kepada dinas terkait untuk terus berupaya dan bekerja keras agar seluruh target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sudah ditetapkan dapat tercapai. Sehingga defisit anggaran di akhir tahun ini tidak terjadi lagi ke depannya.

Menanggapi persoalan defisit seperti ini harusnya Pemko mengambil pelajaran dari tunda bayar 2017 lalu. Efeknya adalah proyek fisik dibayarkan di 2018. Sehingga pengerjaan molor dan membebani APBD 2018.

"Jika tahun ini sama juga proyek fisik akan dibayarkan awal tahun 2019. Pastinya, APBD 2019 mendatang akan terganggu," sesalnya.

Pemko Batam dan DPRD Kota Batam lanjutnya, harus sepakat membuat klausul perjanjian dalam Rancangan APBD 2019. Dalam peraturan itu, disebutkan bahwa pembayaran proyek fisik yang sudah dikerjakan di tahun ini, akan dibayar di awal tahun anggaran 2019.

Sementara itu Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam Raja Azmansyah mengakui terjadinya defisit diketahui ketika akhir tahun. Pihaknya terus berupaya dan bekerja agar seluruh target dapat tercapai.

"Defisit? Sepengetahuan saya belumlah. Bulan Desember nanti baru ketahuan," ujarnya.

Cara yang saat ini sedang digenjot adalah memasang alat rekam pajak atau tapping box di beberapa tempat seperti, hotel, restoran dan lainnya. Sejauh ini sudah terpasang 217 tempat. Dan akan terus ditingkatkan lagi. (*)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Sihat Manalu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved