KEBAKARAN DI BENGKONG ALJABAR

Santri Korban Kebakaran di Bengkong Aljabar Butuh Pakaian dan Alat Tulis

Tak ada barang yang bisa diselamatkan saat kebakaran di Pondok Pesantren Aljabar. Buku, baju sekolah, dan lainnya habis dilalap api.

Santri Korban Kebakaran di Bengkong Aljabar Butuh Pakaian dan Alat Tulis
TRIBUNBATAM/ARGIANTO
Polisi memberi hiburan kepada anak-anak korban kebakaran di bengkong Aljabar 

"Saat kejadian dia lagi tidur. Tempat tidurnya di atas, dia loncat. Mungkin setelah merasa udara di kamar makin panas," kata Regi, santri yang tinggal di panti asuhan Aljabar.

Sama seperti Rival, Regi juga menjadi korban kebakaran. Namun saat insiden terjadi, ia sedang berada di masjid yang berada di kawasan Yayasan Profesor Syamsuddin. Regi baru selesai salat Magrib.

"Dengar orang teriak-teriak," katanya.

Lantas ia dan jemaah masjid lainnya berlari mendatangi lokasi suara. Saat itu api sudah membesar. Yang dipikirkan Regi kala itu, adalah mencari saudaranya.

"Saudara sudah selamatkan diri. Dia di bawah. Setelah itu kami ikut bantu padamkan api," ujar Regi yang sekolah di SMK Aljabar ini.

Tak ada barang-barangnya yang bisa diselamatkan. Buku, baju sekolah, dan barang-barang lainnya. Semua habis dilalap si jago merah. Yang tertinggal hanyalah baju yang dikenakan di badan.

"Cuma baju di badan yang ada. Baju sekolah, sepatu, sudah habis terbakar," katanya.

Pihak sekolah yang masih satu yayasan sudah datang ke lokasi.

Regi pun diberi dispensasi tak masuk sekolah dulu, selama beberapa hari. Selain Regi, ada lebih kurang 50 santri lainnya yang bernasib sama.

"Mau sekolahpun tak ada baju sekolah. Memang sudah banyak yang kasih bantuan baju, tapi untuk baju sekolah, sepatu, belum ada. Tak tahulah macam mana nanti mau sekolah," ujarnya. (*)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved