Depresi hingga Ingin Ditembak Mati Polisi. Simak 5 Fakta Dibalik Penyerangan Mapolsek Penjaringan
Markas Kepolisian Sektor Metro Penjaringan Jakarta Utara diserang oleh seorang pria tidak dikenal, Jumat (9/11/2018) dini hari kemarin.
Rohandi juga dipastikan tidak terlibat dalam aktivitas terorisme.
Kesimpulan itu didapat polisi setelah Rohandi diinterogasi langsung oleh petugaa Detasemen Khusus 88 dan tempat tinggalnya digeledah.
"Mereka sudah periksa ke rumahnya sudah didatangi, ya hasilnya dipastikan memang bukan teroris, nggak ada aliran apa-apa," ujar Rachmat.
4. Seorang Polisi Luka Ringan
Satu orang polisi mengalami luka ringan dalam peristiwa penyerangan Mapolsek Metro Penjaringan.
Polisi bernama AKP M. A. Irawan itu mengalami luka sabetan di lengan kanannya ketika berusaha menyerang pelaku.
"Korban (Irawan) terjatuh terkena sabetan golok pelaku dan mengenai tangannya menimbulkan luka ringan," kata Rachmat.
5. Penyerang Ditangani Polres Metro Jakarta Utara
Pelaku penyerangan Mapolsek Metro Penjaringan kini ditangani oleh Polres Metro Jakarta Utara setelah sempat ditahan di Mapolsek Metro Penjaringan selama beberapa jam setelah kejadian.
Rachmat menjelaskan, penahanan Rohandi dipindahkan ke Mapolres Metro Jakarta Utara supaya depresi yang dialaminya tidak kambuh dan merugikan tahanan di Mapolsek Metro Penjaringan.
"Butuh penanganan khusus. Nanti kalo dia makin depresi makin tersiksa di sini melukai tahanan yang lain, kalo ngamuk-ngamuk kan repot juga," kata Rachmat. (*)
*Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Fakta-fakta Penyerangan Mapolsek Metro Penjaringan",