KASUS BAIQ NURIL - Simak Kesaksian 4 Guru Saat Sidang Kasus Baiq Nuril Maknun

Jaksa Penuntut Umum sempat menghadirkan beberapa oknum guru dan seorang saksi ahli dalam persidangan kasus Baiq Nuril Maknun. Berikut kesaksian mereka

KASUS BAIQ NURIL - Simak Kesaksian 4 Guru Saat Sidang Kasus Baiq Nuril Maknun
KOMPAS.com/FITRI
Baiq Nuril Maknun menghapus air matanya saat ditemui di rumahnya di perumahan BTN Harapan Permai, Labuapi, Lombok Barat, Senin (12/11/2018). Nuril kecewa atas keputusan MA yang mengabulkan kasasi Kejaksaan Tinggi NTB, atas kasus pelanggaran UU ITE. 

Ketika itu Husnul Aini menyaksikan dengan matanya sendiri dari jarak sekitar 5 meter bahwa Haji Imam Mudawin sedang menyambungkan ponsel ke sebuah laptop dengan menggunakan kabel data.

Setelah rekaman percakapan antara Baiq Nuril Maknun dan Haji Muslim disalin oleh Haji Imam Mudawin, Husnul Aini pun berkesempatan mendengarkan rekaman tersebut.

Menurutnya, suara dalam rekaman itu adalah suara Haji Muslim dan Baiq Nuril Maknun. Percakapan atau pembicaraan itu dilakukan dalam Bahasa Sasak dan Bahasa Indonesia, namun suara rekaman tersebut dinilainya kurang jelas.

Selain itu, ia juga membenarkan sejumlah barang bukti digital elektronik yang diperlihatkan kepadanya pada saat persidangan.

"Menimbang, bahwa terhadap keterangan saksi Husnul Aini tersebut, Terdakwa memberikan pendapat bahwa keterangan saksi adalah benar." Demikian pertimbangan Majelis Hakim dalam Putusan PN Mataram.

Baca: Hingga September 2018, Imigrasi Batam Tolak 580 Permohonan Paspor. Ini Alasannya!

Baca: Meski Hamil 8 Bulan, Kristine Mampu Berlari 10 Kilometer saat Borobudur Marathon 2018

Baca: VIRAL! Telat Masuk Kabin, Penumpang Wanita Nekat Masuk Landasan Kejar Pesawat yang Bersiap Take Off

2. Haji Imam Mudawin

Di depan Jaksa Penuntut Umum dan Majelis Hakim serta hadirin yang ada di ruang sidang, ia mengaku pernah meminta rekaman percakapan antara Haji Muslim dengan Baiq Nuril Maknun.

Alasannya meminta rekaman tersebut adalah untuk keperluan sebagai bahan laporan ke DPRD Kota Mataram.

Akan tetapi, yang aktif menghubungi dan menyerahkan rekaman percakapan itu bukan dirinya, melainkan adalah Baiq Nuril Maknun.

Berbeda dengan keterangan Husnul Aini, menurut Haji Imam Mudawin, yang menyambungkan kabel data ke ponsel dan laptop adalah Baiq Nuril Maknun.

Halaman
1234
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved