Breaking News:

BATAM TERKINI

Pekerja Berharap Sembako tak Naik Setelah Gubernur Teken UMK Batam Sebesar Rp 3,8 Juta

UMK Batam 2019 ditetapkan sebesar Rp 3.806.358. Kenaikan UMK ini disambut positif sejumlah pekerja di Batam. Meskipun besarannya tak sampaiRp 4juta.

TRIBUNBATAM.id/ROMA ULY SIANTURI
Ratusan anggota serikat pekerja menggelar unjuk rasa ke kantor Walikota, Rabu (31/10/2018). foto ilustrasi. 

"Harapan saya sebagai kepala keluarga, harga sembako tetap normal saat UMK naik. Jangan malah sembako naik hingga melambung tinggi, saya juga yang menjadi sasaran istri nantinya dengan ucapan uang belanja kurang,"ungkap Darmin yang bekerja di salah satu perusahaan di Tanjunguncang itu.

Sementara itu, menurut Wakil Ketua Koordinasi Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hioeng, menyebut kenaikan UMK Batam 2019, sudah sesuai dengan aturan PP No.78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Walaupun di sisi lain, tak dipungkirinya pasti akan berdampak pada biaya struktur sebuah produk yang dihasilkan perusahaan industri.

"Angka Rp 3,8 juta atau setara USD260 ini sudah cukup tinggi bila kita bandingkan dengan Vietnam, Malaysia, Laos, Filipina, Myanmar dan Kamboja yang notabenenya adalah pesaing Batam," kata Ayung, sapaannya, Kamis (22/11/2018).

Karena itu, pihaknya berharap semua pihak bisa menjaga agar iklim investasi di Batam tetap kondusif. Apalagi dikaitkan dengan fenomena pencari kerja di Batam saat ini.

"Coba lihat beberapa hari yang lalu. Lowongan untuk 65 orang diperebutkan 2.000 orang. Lalu angka penggangguran di Batam sudah mendekati 45 ribu orang," ujarnya.

Hal ini menurutnya, harus segera dicarikan solusi supaya mereka bisa mendapatkan pekerjaan. Bukan sebaliknya, malah mempersoalkan upah minimum yang sudah ada payung hukumnya.

"Apa gunanya kalau upah minimum dinaikan setinggi-tingginya, lalu tidak ada lowongan pekerjaan? Kan hanya akan menambah jumlah penggangguran saja," nilai Ayung.

"Di lain sisi dengan kenaikan yang cukup signifikan, pasti perusahaan industri akan berpikir untuk beralih pada automation, sehingga tenaga manusia akan digantikan tenaga robot," sambungnya. (*)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Sihat Manalu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved