TERUNGKAP! Ternyata Ini Alasan 5 Tukang Parkir Tak Takut Keroyok Aparat TNI Meski Berseragam Dinas

Kasus pengeroyokan Kapten Komaruddin yang berseragam TNI oleh tukang parkir masih jadi pembicaraan hangat.

TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI
Lokasi tempat terjadinya pengeroyokan dua orang anggita TNI oleh sejumlah tukang parkir di pertokoan Arundina, Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (11/12/2018). 

Masa yang berjumlah diperkirakan 200 orang, pada Selasa (11/12/2018), pukul 22.00 WIB, mendatangi sejumlah lokasi untuk mencari pelaku pengeroyokan.

Yakni Markas Ormas Pemuda Pancasila, Jalan Raya Hankam, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

Massa melakukan perusakan markas, hingga pemukulan terhadap anggota ormas Pemuda Pancasila yang bernama Y.

Tampak markas ormas di Jalan Raya Hankam, Cipayung, Jakarta Timur hancur dirusak sekelompok massa, Rabu (12/12/2018). (Kompas.com/Dean Pahrevi)
Selanjutnya massa juga mendatangi rumah Iwan Hutapea (IH) dan melakukan perusakan, pukul 22.30 WIB.

Tak juga menemukan Iwan, massa mendatangi Polsek Ciracas, Jakarta Timur dan berbuat anarkis.

Kedatangan ratusan massa itu untuk melihat kondisi pelaku yang telah memukul teman mereka.

"Massa sekitar 200 orang meringsek masuk untuk mengecek apakah benar yang memukul rekan mereka itu sudah ditahan," jelas Kapolda Metro Jaya, Irjen Idham Aziz, dikutip tribunnews dari Kompas TV.

Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur dirusak sekolompok orang pada Rabu dini hari, (12/12/2018).
Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur dirusak sekolompok orang pada Rabu dini hari, (12/12/2018). (Tribunjakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci)

Massa yang melakukan tindakan anarkis, satu di antaranya melakukan pembakaran kepada sejumlah kendaraan yang terparkir di Mapolsek Ciracas, juga melukai sejumlah warga, anggota polisi termasuk kapolsek Ciracas, dan dua jurnalis.

Menanggapi hal itu, kepolisian memburu pelaku pengeroyokan anggota TNI yang memicu insiden ini.

Dan pada Jumat, (14/12/2018), kelima pelaku telah berhasil diamankan.

Siapa massa yang melakukan tindak anarkis?

Melalui Kapendam Jaya, Kolonel Inf Kristomei Sianturi, di Polda Metro Jaya, Jakarta, ia memberikan penjelasan terkait anggapan tersebut.

Dikutip dari Tribunnews.com, Kristomei menjelaskan jika pelaku penyerangan tersebut tidak bisa langsung dialamatkan kepada anggota TNI.

Meskipun secara perawakan mereka terlihat seperti anggota TNI.

Ia menambahkan jika situasi saat penyerangan cukup gelap.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved