Jalan Raya Gubeng Ambles, Polisi Sudah Periksa 34 Saksi, Sebagian Besar Pekerja Proyek
"Semalam, semua saksi sudah diperiksa, tidak menuntut kemungkinan saksinya akan bertambah sesuai kebutuhan penyidik," kata Kapolda
TRIBUNBATAM.id, SURABAYA - Polisi terus melakukan penyelidikan atas peristiwa amblesnya sebagian Jalan Raya Gubeng.
Hingga saat ini, ada 34 saksi yang diperiksa untuk merekontruksi peristiwa tersebut.
Saksi-saksi tersebut 29 di antaranya dari kelompok pekerja proyek dan sisanya dari saksi ahli dari bidang terkait.
"Semalam, semua saksi sudah diperiksa, tidak menuntut kemungkinan saksinya akan bertambah sesuai kebutuhan penyidik," kata Kapolda Jawa Timur Irjen Luki Hermawan, Kamis (20/12/2018).
Baca: Warga Tanjunguncang Terancam Tak Dapat Air Bersih dari ATB. Ini Sebabnya!
Baca: Lirik Lagu untuk Ibu, Cocok Dinyanyikan saat Hari Ibu 22 Desember 2018
Baca: Isu Pengaturan Skor di Liga Indonesia, Kapolri Bentuk Satgas. Ini yang Akan Dilakukan Polisi
Baca: Takut Ditagih Utang Rp 274 Juta yang Habis Untuk Foya-foya, Pria Ini Pura-pura Mati
Selain memeriksa saksi, polisi juga telah mengumpulkan beragam barang bukti dari laporan tertulis rencana kontruksi hingga bahan pendukung lainnya.
"Rekontruksi juga sedang kami lakukan untuk mengungkap detil peristiwa," jelasnya.
Polda Jawa Timur telah membentuk tim khusus untuk menangani kasus amblesnya Jalan Raya Gubeng Surabaya.
"Tim akan dipimpin Wakapolda Jatim Brigjen (Pol) Toni Hermanto," jelasnya.
Tugas utama tim untuk saat ini selain mengungkap kasus hukumnya, kata Luki, juga turut membantu Pemkot Surabaya melakukan pemulihan lokasi Jalan Raya Gubeng yang ambles.
"Percepatan pemulihan ini lebih dibutuhkan masyarakat," katanya.
Wali Kota Risma ke lokasi
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini alias Risma akhirnya mendatangi lokasi amblesnya tanah di Jalan Raya Gubeng, Surabaya, Kamis (20/12/2018).
Mengendarai mobil Toyota Camry nopol L 1164 BS, Risma tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB.
Raut wajah Risma terlihat pucat saat turun dari mobil. Ia juga tak melontarkan apapun.
Risma masih kesulitan berjalan kaki. Ia sampai harus dipandu dua orang untuk berjalan.
Risma kemudian langsung masuk ke kantor Kompas di sisi selatan amblesnya Jalan Raya Gubeng.
Di dalam kantor Kompas itu, sebelumnya sudah datang lebih dulu Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan.
Ada pula Wakapolda Brigjen Pol Toni Harmanto, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan, Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana, serta beberapa ahli.
Mereka kemudian menggelar pertemuan tertutup selama beberapa menit.
Tak ada awakmedia yang diizinkan mengikuti atau masuk ke gedung tersebut. Pertemuan tertutup itu usai pukul 09.33 WIB.
Risma lalu meninggalkan kantor Kompas tanpa memberikan keterangan apapun terkait kejadian amblesnya Jalan Gubeng Surabaya.
"Aku tak belajar jalan ini ya," kata Risma singkat.
Risma cedera kaki Seperti diketahui, kesehatan wali kota perempuan pertama di Surabaya ini memang sedang dalam kondisi yang buruk, terhitung sejak Rabu (12/12/2018) lalu.
Jadi Tersangka Menurut pemeriksaan medis magnetic resonance imaging (MRI), Risma sedang mengalami cedera di bagian kakinya.
Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya M. Fikser mengatakan, dokter menemukan di sisi kaki bagian kanan dan kaki kiri Risma terdapat semacam sobekan atau kelonggaran berdiameter sekitar 6-7 mm.
Itulah sebabnya selama beberapa hari terkahir, Risma tak nampak langsung meninjau lokasi amblesnya Jalan Gubeng Surabaya yang terjadi pada Selasa (18/12) malam lalu.
Tagih biaya proyek
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana bangun jalan Gubeng yang ambles dengan dana cadangan untuk penanggulangan bencana, Kamis (20/12/2018).
Hal ini disampaikan Wisnu Sakti Buana, Wakil Wali (Wawali) Kota Surabaya seusai pertemuan dengan sejumlah pejabat daerah di Kantor Harian Kompas, dekat lokasi jalan ambles.
"Kita tangani dulu dari pemerintah kota, lah nanti pembiayaan kita hitung ya. Kalau bisa kita tagihkan ke yang punya proyek, belum ada estimasi (jumlah dana) recovery. Bu Wali (Wali Kota Tri Rismaharini) arahnya begitu," terang Wisnu.
Sebagai langkah awal, Pemkot Surabaya akan menguruk lubang di depan dua bangunan Elizabeth dan BNI.
Pengurukan dilakukan hari ini juga.
Sejumlah truk berisi sertu dan alat berat sudah diturunkan di lokasi Jalan Ambles. Pipit Maulidiya (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/tanah-ambles-di-jalan-raya-gubeng-surabaya.jpg)