Rabu, 8 April 2026

TSUNAMI BANTEN

WASPADALAH! 2 Kabar Terkait Bencana Alam Pasca Tsunami Banten Ini Dinyatakan Haoks

Beberapa oknum tak bertanggung jawab membuat berita bohong atau hoaks yang dapat membuat masyarakat menjadi resah. Simak 2 berita hoaks berikut ini.

KONTAN
Ilustrasi bencana tsunami di Selat Sunda 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA -  Saat terjadi bencana alam, biasanya bermunculan sejumlah kabar yang beredar lewat media sosial.

Tak terkecuali saat peristiwa tsunami Selat Sunda yang terjadi, Sabtu (22/12/2018) malam menimbulkan duka bagi Indonesia.

Namun, ada sejumlah simpang siur informasi yang terjadi pasca-bencana.

Beberapa oknum tak bertanggung jawab membuat berita bohong atau hoaks yang dapat membuat masyarakat menjadi resah.

Kementerian Komunikasi dan Informatika mengonfirmasi bahwa hingga Minggu (23/12/2018) terdapat dua hoaks mengenai tsunami Selat Sunda yang mengenai beberapa wilayah, seperti Banten, Lampung, dan Serang.

Baca: Gitaris Band Legendaris Queen Brian May Kirim Doa Untuk Band Seventeen Usai Tragedi Tsunami Banten

Baca: Ratusan Orang Meninggal Dunia, Ini Deretan Artis yang Jadi Korban Tsunami di Banten

Baca: Selat Sunda Ternyata Memang Rawan Kena Tsunami. BMKG Sudah Pasang 7 Sirine Peringatan Tsunami

Baca: BERITA PERSIB - Ngaku Dihubungi Manajemen Persib, Zalnando: Saya Bangga Kalau Bisa Main Disana

Dua hoaks tersebut berisi tentang alat deteksi letusan gunung dan peringatan akan adanya bencana di akhir tahun 2018. Berikut ulasannya:

1. Alat Deteksi Letusan Gunung

Hoaks ini berawal dari salah satu unggahan akun di media sosial Facebook.

Akun tersebut mengunggah sebuah foto dengan keterangan bahwa foto tersebut merupakan alat yang dapat mendeteksi letusan gunung.

Disebutkan pula, alat itu seharga Rp 6 miliar, dan telah dipasang pemerintah di Selat Duda.

Berikut keterangan fotonya:

"Alat deteksi letusan gunung dipasang pemerintah pusat didesa selat duda seharga 6 m. mampu deteksi 2 jam sebelum meletus.."

Klarifikasi mengenai konten tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.

Sutopo menegaskan, alat tersebut merupakan sirine untuk memberikan peringatan dini ketika ada bahaya dari letusan Gunung Agung dan tidak dapat digunakan mendeteksi letusan gunung.

Ia mengatakan, cara kerja alat tersebut mirip dengan sirine tsunami, namun alat dapat dibawa ke mana saja.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved