Kisah Tsunami Aceh 2014 - Dikira Sudah Meninggal, Noverizal Tak Berdaya Dimasukkan Kantong Mayat
Ada sejumlah kisah korban selamat tsunami yang diabadikan dalam buku berjudul Tsunami dan Kisah Mereka. Satu di antaranya kisah Noverizal berikut ini
Saya keluar dari warung kopi itu, lalu melihat air dari belakang yang jaraknya hanya sekitar dua meter dan tingginya kurang lebih dua kali pohon kelapa.
Hanya dalam limit waktu yang sangat cepat, gelombang tersebut sudah menghantam saya.
Saya tersungkur, lalu timbul tenggelam di dalam air, beberapa kali saya rasakan keadaan itu.
Saya terus dibawa arus air ke arah Desa Blang Oi, Kecamatan Meuraxa. Pada badan saya hanya tinggal celana dalam.
Kemudian saya tersangkut di atas pohon asam jawa. Di atas pohon itu sudah ramai orang yang tersangkut.
Di atas pohon itu saya terus dihantam air bersama puing. Saat itu saya pingsan.
Ketika sadar, saya ketahui bahwa tempurung lutut saya sudah bergeser ke belakang dan tulang rusuk memar.
Dalam kondisi seperti ini datang lagi gelombang, dan saya berusaha naik lebih tinggi lagi pohon asam jawa itu.
Setelah air surut, saya berusaha turun dari pohon asam jawa itu.
Sampai di bawah, saya melihat seorang gadis berusia sekitar 17 tahun yang anggota badannya sudah putus bercerai berai, tetapi masih tergeletak di situ.
Saya mengumpulkan semua anggota badannya.
Gadis itu menggunakan banyak perhiasan anting-anting Setelah saya kumpulkan, lalu menutup tumpukan anggota badannya dengan kain yang saya peroleh di sekitar itu.
Saya minta maaf pada mayat itu karena tidak bisa menguburkannya.
Pada saat itu saya masih berpikir hanya saya yang masih hidup.
Saya berusaha menggeser kembali tempurung lutut saya pada tempat semula, lalu menopangnya dengan kayu, kemudian mengikatnya dengan selendang yang saya dapatkan di atas pohon asam jawa.