Kisah Tsunami Aceh 2014 - Dikira Sudah Meninggal, Noverizal Tak Berdaya Dimasukkan Kantong Mayat

Ada sejumlah kisah korban selamat tsunami yang diabadikan dalam buku berjudul Tsunami dan Kisah Mereka. Satu di antaranya kisah Noverizal berikut ini

SERAMBINEWS.COM/IST
Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh saat bencana tsunami terjadi 26 Desember 2004 

Setelah itu, saya mencari pertolongan ke kota. Kira-kira sepuluh meter saya berjalan teringat dan kembali ke tempat mayat tadi.

Mengapa saya tidak membawanya saja, saya risau apabila mayatnya dimakan anjing.

Ketika sampai di situ, orang sudah ramai, perhiasan emas pada potongan mayat itu ternyata sudah lenyap. Sesampai saya di daerah pemukiman Punge, ada orang yang sedang membagi-bagikan pakaian, saya mendapatkannya, lalu saya memakainya.

Saya teringat kepada keponakan saya, dan saya kembali lagi ke kampung. Dalam perjalanan saat itu, di depan rumah sakit Permata Bunda, Blang Oi, saya mendengar orang memanggil-manggil nama saya dari atas batang pohon asam jawa.

Begitu saya menoleh, rupanya yang memanggil itu adalah saudara saya yang tersangkut di atas pohon asam itu.

Tubuhnya penuh dengan luka, terkena benda-benda yang dibawa arus. Saya berusaha memapahnya dengan berjalan kaki sampai ke Simpang Jam, sekitar Taman Sari.

Saya meninggalkannya di tempat itu bersama para relawan yang sedang menolong orang-orang yang sakit dan terluka.

Kira-kira sekitar pukul 12.00 WIB, dari simpang Jam tersebut saya berjalan kaki menuju ke kampung, Desa Cot Lamkuweuh untuk mencari keponakan saya.

Dalam perjalanan saya menolong orang-orang yang luka dan mengumpulkan mayat-mayat yang saya temukan.

Terlihat ada di antara mayat-mayat itu, yang masih bernafas.

Saya angkat lalu saya mengusungnya dengan berjalan kaki sampai ke Simpang Jam.

Ketika dalam perjalanan hendak balik lagi ke kampung, kira-kira sudah pukul 13.00 WIB, saya melihat seorang anak laki-laki berumur kira-kira 2,5 tahun.

Dia sedang menangis. Saya hampiri dan memungut, mengendong, dan membawanya ke Simpang, Jam sekitar Taman Sari.

Terlihat banyak mayat di sekitar itu. Saya sudah sangat lelah, lalu saya terjatuh dan pingsan dekat tumpukan mayat.

Sebenarnya saya masih dapat merasakan apa yang terjadi di sekeliling saya tetapi saya sudah tidak bisa bergerak dan berkata-kata lagi.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved