BATAM TERKINI

Pertumbuhan Ekonomi Kepri Meningkat, Lukita Optimistis Target 7 Persen Tercapai

Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo optimistis target pertumbuhan ekonomi Batam 7 persen tahun pada 2019, dapat tercapai.

Penulis: Dewi Haryati |
ISTIMEWA
Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo optimistis target pertumbuhan ekonomi Batam 7 persen tahun pada 2019, dapat tercapai.

Lukita mengakui, untuk mengejar target angka itu bukanlah sesuatu yang mudah.

Namun melihat realisasi pertumbuhan ekonomi saat ini, dan sejumlah kegiatan yang dilakukan semua pihak untuk memperbaiki ekonomi Batam, ia yakin dapat dicapai.

Dikatakan, pertumbuhan ekonomi Kepri sudah mengalami penurunan sejak 2013 lalu. Ini terjadi akibat pelemahan ekonomi dunia, khususnya di sektor minyak dan gas (migas).

Saat itu pertumbuhan ekonomi Kepri tercatat tumbuh 7,21 persen.

Dimana dari capaian itu, Batam menyumbang kontribusi sebesar 70 persen untuk Kepri.

Baca juga: Bank Indonesia Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Kepri Capai 4,7 Persen Tahun 2023

Pertumbuhan ekonomi Kepri paling rendah terjadi pada 2017. Saat itu ekonomi Kepri hanya tumbuh sebesar 2,01 persen dan merupakan pertumbuhan ekonomi terendah sepanjang sejarah Kepri.

Hal ini terjadi seiring dengan tren pelemahan pertumbuhan investasi.

Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) dan ekspor industri berbasis migas dan galangan kapal, melemah.

"Tahun 2018, sejalan dengan langkah Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Pemerintah Daerah, investasi mulai meningkat, pariwisata tumbuh pesat, dan perekonomian Kepri berhasil tumbuh 4,47 persen dan 4,51 persen pada triwulan I dan II.

Dimana investasi telah tumbuh sebesar 6,49 persen dan 7,68 persen untuk masing-masing triwulan," kata Lukita dalam konferensi persnya, Rabu (26/12).

Menurutnya, adalah hal yang sangat menggembirakan, jika pada tahun lalu pertumbuhan ekonomi Kepri hanya berada di angka 2 koma, kini pada 2018 bisa meningkat 2 kali lipat menjadi 4 koma.

"Kami optimis target 7 persen tercapai tahun depan," ujarnya.

Melihat data inflasi di Kepri juga menunjukkan hal yang positif. Inflasi Kepri pada November lalu tercatat sebesar 1,8 persen. Lebih rendah dibanding inflasi secara nasional sebesar 2,2 persen.

"Ini menggembirakan. Inflasi rendah akan memperkuat daya beli masyarakat Kepri, khususnya Batam," kata Lukita.

Baca juga: Gubernur Ansar Ajak IKA UNRI Karimun Ikut Bantu Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi

Hal lain juga datang dari investasi. Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, investasi di Kepri mengalami tren positif. Lebih kurang 6 tahun terakhir, perkembangan investasi mengalami peningkatan.

Begitu juga dari sisi angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kepri. Melihat data wisman sejak 2014-2017, angkanya berada di bawah 2,2 juta.

Sedangkan data wisman per September tahun ini, angka kunjungan wisman berada di angka 2,4 juta.

"Tentu angka ini (angka kunjungan wisman) tak datang serta merta. Buat kami, ada kontribusi dari kegiatan yang dilakukan BP Batam. Kita harus obyektif. Empat tahun (angka kunjungan wisman) stagnan kemudian tahun ini melonjak, pasti ada sesuatu yang dilakukan. Lewat suatu usaha," ujarnya.

"Secara nasional kedatangan wisman mungkin tak tercapai 17 juta tahun ini, tapi di Kepri kami yakin bisa mencapai target 2,5 juta," sambung Lukita. (wie)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved