Pemerintah Janji Tak Akan Naikkan Listrik dan BBM Bersubsidi Hingga Akhir 2019, Ini Alasannya

Pemerintah kembali mengeluarkan kebijakan untuk tidak menaikkan tarif listrik hingga akhir tahun 2019. Ini alasannya.

Pemerintah Janji Tak Akan Naikkan Listrik dan BBM Bersubsidi Hingga Akhir 2019, Ini Alasannya
Istimewa
Ilustrasi pembangkit listrik 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Pemerintah kembali mengeluarkan kebijakan untuk tidak menaikkan tarif listrik biar pun tarif tetap dievaluasi setiap tiga bulan sekali sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 41 Tahun 2017.

Kali ini Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan bilang pemerintah berkomitmen tidak mengubah besaran tarif listrik hingga akhir tahun 2019.

"Pemerintah tetap berkomitmen untuk tarif listrik dievaluasi setiap tiap tiga bulan, tapi komitmennya sampai akhir tahun diharapkan tidak ada perubahan tarif listrik," ujar Jonan pada Jumat (4/1/2019).

Baca: Buru Pemain Sesuai Keinginan Pelatih, Manajemen Persib Ungkap Kapan Akan Umumkan Skuad Baru

Baca: Dikira Tewas Setelah Terseret Sejauh Dua Meter di Kolong Truk, Ternyata Pengendara Ini Hanya Pingsan

Baca: ATURAN BARU! Mulai 8 Januari, Barang Masuk Bagasi Lion Air Wajib Bayar, Kecuali Pemilik Tiket Ini

Baca: Tak Cuma Gunung Anak Krakatau, Ini 3 Gunung di Indonesia yang Sedang Berstatus Siaga III

Baca: Dihantam Badai 9 Meter, Kapal Untuk Pecahkan Rekor Keliling Dunia Ini Ditemukan 9 Tahun Kemudian

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Andy N.Sommeng menjelaskan komitmen pemerintah untuk tidak mengubah tarif listrik demi menjaga kompetisi Indonesia dengan negara lainnya.

Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan daya beli masyarakat.

Di sisi lain, Andy menyebut PLN bisa menerima besaran tarif listrik saat ini karena parameter tarif listrik seperti ICp juga sedang dalam tren turun.

"Kalau parameter tidak berubah, parameter turun, ICP sekarang US$ 54 per barel, kalau untuk harga gas 8% dari US$ 54 du wellhead, di plant gate, itu bisa diterima dengan baik oleh PLN," jelas Andy.

Selain harga ICP yang tren turun dan akhirnya berpengaruh dengan harga gas untuk pembangkit listrik PLN, harga batubara juga telah dipatok oleh Kementerian ESDM.

"Yang kami harus atur itu di energi premier. Dirjen Minerba bisa keep harga batubara," pungkasnya.

Selain tarif listrik, Jonan juga menyebut harga BBM subsidi jenis solar dan BBM penugasan jenis premium juga tidak mengalami kenaikan.

"Harga BBM sampai sekarang untuk premium atau gasoline Ron 88 dan gasoil C48 (solar) tidak ada pertimbangan untuk kenaikan harga," kata Jonan. (kontan)

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved