BATAM TERKINI

Sejak Bagasi Bayar, Omset Turun Drastis. Penjual Oleh-oleh: Biasa Rp 6 Juta Sekarang Rp 2 Juta

Pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang menjual oleh-oleh khas Batam mulai merasakan dampak pemberlakuan bagasi berbayar. Omsetnya mulai turun drastis.

Sejak Bagasi Bayar, Omset Turun Drastis. Penjual Oleh-oleh: Biasa Rp 6 Juta Sekarang Rp 2 Juta
istimewa
Suasana di outlet Oleh-oleh Nayadam 

"Berbeda kita tinggal di Bandung, Surabaya pasti bisa lewat darat aja ya kan. Batam langsung terasa dampaknya," ujar Syarif.

Ia berharap kondisi ini bisa kembali pulih. Jangan sampai masyarakat dijadikan eksperimen, agar pariwisata tetap berkembang.

Sebelumnya, perihal tarif bagasi berbayar sudah mulai ditetapkan mendapat sorotan dari Ketua Asosiasi Perusahaan Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Kepri, Andika. Ia turut menyesalkan kebijakan bagasi berbayar yang memberikan dampak pertumbuhan ekonomi.

"Hal ini akan membuat UKM kita anjlok. Saya lihat ini akan semakin susah apabila tidak dipertimbangkan kembali," ujar Andika kepada Tribun.

Suasana di sebuah outlet oleh-oleh di Batam, Rabu (23/1/2019).
Suasana di sebuah outlet oleh-oleh di Batam, Rabu (23/1/2019). (TRIBUNBATAM.ID/DEWI HARYATI)

Ia melanjutkan pengaruh yang sangat besar terdampak pada UKM yang menjual oleh-oleh. Pasalnya masyarakat membeli oleh-oleh tersebut dengan harga yang murah kemudian ditambah bagasi berbayar, menjadi mahal.

"Kalau kita bicara pariwisata di Kepri kita harus bedakan antara wisman atau wisnus harus dipisahkan. Pengaruh tetap ada, tapi pengaruh yang cukup besar itu adalah wisatawan nusantara, seperti dari Batam ke daerah lain Indonesia ataupun sebaliknya," ujar Andika kepada Tribun di Swiss-Bell Hotel.

Ironis lagi, kondisi saat ini, berangkat ke Jakarta dari Batam melalui Singapura cukup murah ketimbang dari Batam langsung ke Jakarta. Ada juga berita dari Aceh, mereka sampai membuat paspor untuk pergi ke Jakarta melalui Kuala Lumpur. Harganya jauh lebih murah ditambah lagi buat paspor harganya masih dibawah.

"Kami tidak mengerti Indonesia punya pesawat domestik begitu mahal. Sementara luar negeri jauh lebih murah. Seharusnya kalau bagasi berbayar seharusnya harga tiket diturunkan. Berbeda dengan kita, tiket mahal, bagasi berbayar belum lagi bahas delay," sesalnya. Kebijakan kenaikan harga tiket pesawat tersebut sangat mengganggu," sesalnya.

FOLLOW JUGA :

Namun dengan kondisi ini, kata Andika, Batam harus bisa memanfaatkannya sebagai wilayah yang sangat dekat dengan Singapura dan Malaysia. Bisa dilintasi dengan cukup menggunakan kapal.

Halaman
123
Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved