BATAM TERKINI

Sempat Buang Narkoba ke Laut, Lanal Batam Amankan Kakak Adik Sudah Delapan Kali Selundupkan Sabu

Tim F1QR dan Patkamla Sea Rider 2 Lanal Batam berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu-sabu di Perairan Pulau Putri, Rabu (30/1).

Sempat Buang Narkoba ke Laut, Lanal Batam  Amankan Kakak Adik Sudah Delapan Kali Selundupkan Sabu
TRIBUNBATAM.id
Danlanal Batam memberikan keterangan kepada wartawan terkait penangkapan penyelundupan narkoba. 

Menurut pengakuan tersangka yang sudah melakukan penyelundupan sebanyak 8 kali tersebut, sabu ini diperoleh dari Malaysia dan akan dibawa menuju Kota Batam.

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Tim F1QR dan Patkamla Sea Rider 2 Lanal Batam berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu-sabu di Perairan Pulau Putri, Rabu (30/1) dini hari.

Berawal dari informasi adanya dugaan pengiriman sabu dari Malaysia yang akan dikirim ke Batam menggunakan speedboat, Tim F1QR Lanal Batam melaksanakan patroli sektor laut dibeberapa titik yang dicurigai akan dilalui sejumlah boat pancung di OPL Barat dan OPL Timur menggunakan KAL Nipah dan Patkamla SR 2.

Komandan Pangkalan TNI AL Batam, Kolonel Iwan Setiawan menyatakan penangkapan ini merupakan target operasi Tim F1QR Lanal Batam bersama Satgas Operasi Narkoba bersama dengan BNNP Kepulauan Riau.

"Saat mencoba didekati, speedboat fiber yang dikendarai tersangka berinisial L berusaha kabur dan terlihat membuang sesuatu ke laut," ungkap Iwan saat gelar kasus di Mako Lanal, Jumat (1/2/2019).

Kasus Pesta Sabu Bikin Bupati Murka, Camat dan Lurah Dipanggil Untuk Lakukan Ini

Mau Periksa Jentik Nyamuk, Tiga Petugas Jumantik Ini Malah Dihajar Pemilik Rumah

Hasil Final Piala Asia 2019, Qatar Sabet Juara Piala Asia 2019 Usai Gulingkan Jepang 3-1

Pada saat dilaksanakan pemeriksaan dan penggeledahan, di dapat pengakuan bahwa tekong speed telah membuang barang bukti berupa sebuah handphone dan tas ransel berwarna hitam.

Selanjutnya tim dan pelaku mencari keberadaan tas tersebut. Setelah tas tersebut ditemukan dilaksanakan pemeriksaan, yang kemudian ditemukan di dalam tas tersebut berisi narkoba jenis sabu-sabu berupa 3 paket besar, 3 paket sedang dan 15 paket kecil dengan berat total 4,9 kilogram.

Setelah dilakukan pengembangan bersama BNNP Kepulauan Riau, berhasil diamankan tersangka berinisial W yang berperan sebagai penerima saat tiba di Batam.

"W ini merupakan kakak kandung dari tersangka L," kata Iwan.
Menurut pengakuan tersangka yang sudah melakukan penyelundupan sebanyak 8 kali tersebut, sabu ini diperoleh dari Malaysia dan akan dibawa menuju Kota Batam.

Dari penyelundupan ini setiap tersangka mendapat bayaran yang berbeda. Tersangka L selaku kurir diberikam upah Rp 2,5 juta perkilo sedangkan tersangka W memperoleh upah sebesar Rp 7,5 juta perkilo.

Kedua tersangka beserta barang bukti akan diserahkan kepada BNNP Kepulauan Riau untuk ditindaklanjuti lebih lanjut. (arg)

Penulis: Argianto
Editor: Sihat Manalu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved