Minggu, 10 Mei 2026

BATAM TERKINI

Kabar Gembira! 3 Perusahaan Baru Masuk Batam, Ratusan Tenaga Kerja Bakal Direkrut, Ada PT Pegatron!

Sejumlah perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) yang berada di Kawasan Industri Batamindo akan melakukan perluasan usaha tahun ini.

Tayang:
Penulis: Dewi Haryati |
TRIBUNBATAM.id/ROMA ULY SIANTURI
Ilustrasi/Suasana para pencaker yang ingin melamar di MPH Batamindo, Rabu (12/9/2018) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kabar gembira bagi masyarakat Batam, khususnya yang saat ini sedang berburu lowongan kerja. Sejumlah perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) yang berada di Kawasan Industri Batamindo akan melakukan perluasan usaha tahun ini.

Sebut saja seperti PT Rubycon Indonesia yang termasuk salah satu perusahaan besar di sana, dan PT Excelitas Technologies Batam.

Di sisi lain, ada juga beberapa perusahaan PMA baru yang bakal masuk ke KI Batamindo dalam waktu dekat ini.

Diantaranya seperti PT Maruho Hatsujyo Batam, dan PT Simatelex Manufactory Batam, juga PT Pegatron.

Merekapun membutuhkan tenaga kerja untuk mendukung kegiatan produksi manufakturnya.

Sepi Penumpang Karena Tiket Pesawat Naik, 14 Penerbangan di Batam Dibatalkan, Lion Air Paling Banyak

Pakai Modus Pelancong, 39 TKI Ilegal Digagalkan Ditreskrimsus Polda Kepri di Pelabuhan Batam Center

BKN Buka Pendaftaran PPPK / P3K Tahap 1 Mulai Jumat (8/2) Besok, Pemko Batam Tunggu Alokasi Kouta

"Perluasan usaha dan masuknya beberapa perusahaan baru ini, sudah direncanakan dari tahun lalu. Biasanya mereka butuh waktu 2 sampai 3 bulan dulu untuk memasukkan bahan baku dan lain sebagainya," ujar Manager Admin and General Affair PT Batamindo Investment Cakrawala, Tjaw Hioeng, yang akrab disapa Ayung, Kamis (7/2) di Wisma Batamindo.

General Manager PT Rubycon Indonesia, Ridarma Budi Sinaga mengatakan, tahun ini pihaknya akan melakukan pengembangan usaha dengan tambahan tenaga kerja sebanyak 250 orang dan tambahan investasi sebesar 4 juta US dolar.

Perusahaan yang bergerak di bidang manufacture capacitor ini, mulai beroperasi pada 19 Juli 1994 lalu.

Saat itu perusahaan asal Jepang ini hanya memiliki satu gedung di KI Batamindo.

Kemudian berkembang, dan saat ini Rubycon telah menempati 9 gedung, dengan total karyawan 1.041 orang.

Adapun investasi awalnya sebesar 6 juta US dolar, dan saat ini total investasinya tercatat sebesar 25.890.235 US dolar pada 2018 lalu.

"Saat ini perusahaan sedang memasukkan mesin-mesinnya untuk tambahan, perluasan usaha," kata Ayung lagi.

Sementara PT Excelitas Technologies Batam, rencananya akan menambah investasinya sebesar 5 juta US dolar tahun ini, dengan tambahan pekerja sebanyak 140 orang.

Perusahaan asal Amerika ini bergerak di bidang manufaktur sensor.

VIRAL DI MEDSOS - Seorang Pria Tewas Setelah Makan Durian Dicampur Multivitamin, Ini Faktanya!

Penutup Drainase Sering Dicuri, Pemko Batam akan Ganti Penutup Besi Drainase dengan Beton

Rusak Motor Karena Tak Terima Ditilang Polisi, Olala, Ternyata Motornya Bukan Milik Sendiri

"Awalnya menempati satu gedung tipe A, sekarang tambah satu gedung lagi tipe A," ujarnya.

PT Maruho Hatsujyo Batam, dan PT Simatelex Manufactory Batam sendiri, termasuk perusahaan baru yang bakal beroperasi di KI Batamindo.

Masing-masing berasal dari Jepang dan Hongkong.

PT Maruho akan bergerak di jasa manufaktur spring wayer, yang banyak dipakai untuk alat elektronik.

Tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 70 orang, nilai investasinya sebesar 1,6 juta US dolar.

"Memang tak terlalu banyak tenaga kerja yang dibutuhkan. Perusahaannya sudah menerapkan industri 4.0," kata Ayung.

Sedangkan PT Simatelex, akan bergerak di bidang manufaktur industri peralatan listrik rumah tangga dan industri peralatan elektrotermal rumah tangga.

Nilai investasinya 3.200.000 US dolar, dengan rencana kebutuhan tenaga kerja sebanyak 120 orang.

Tahap awal, perusahaan ini sudah mendapatkan Nomor Induk Berusaha. Perusahaan ini akan menempati tiga gedung di KI Batamindo.

Satu lagi perusahaan yang bakal masuk ke pabrik di Batamindo adalah Pegatron.

Perusahaan asal Taiwan ini menempati 1 lot di Batamindo. Ada beberapa bidang usaha yang akan dijalankannya.

Diantaranya industri peralatan komunikasi tanpa kabel, alat transmisi, industri komputer dan lainnya. Intinya berkaitan dengan smarthome.

Hanya saja Ayung belum tahu, berapa tenaga kerja yang akan direkrut. Perkiraannya April mendatang, perusahaan ini sudah mulai beroperasi.

Melihat perkembangan Batam saat ini, Ayung dan beberapa pelaku usaha lainnya, masih optimistis dengan minat investor untuk masuk ke Batam.

"Sepanjang dari pemerintah dan buruh sama-sama berkomitmen menjaga kondusifitas Batam tetap nyaman dan regulasi investasi bagi investor semakin mudah. Karena kenyamanan ini sangat penting bagi para pelaku usaha untuk menjalankan bisnisnya di Batam," ujar laki-laki yang juga Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri ini. (wie)

TRIBUNBATAM.id BATAM - Sebuah kapal tanker bertabrakan dengan sebuah tugboat di selat Singapura pada kordinat 01-09.9N 103-41.41E, Kamis (7/2/2019) sekitar pukul 04.57 WIB . Informasi yang dihimpun Tribunbatam.id, kejadian tersebut terjadi subuh sekitar pukul 04.57 WIB . Kapal tanker tersebut pun diketahui bernama Shung Sheng dan kapal tugboat Koi 3 ini pun sedang menarik tongkang Koi 5 . Tugboat Koi 3 ini pun dikabarkan terbalik akibat insiden tersebut . Empat awak dari Tugboat “Koi 3” pun telah diselamatkan dan dua awak masih belum ditemukan Singapura MRCC yang mengkoordinir SAR . Selengkapnya di tribunbatam.id Check & Swipe Up Story @tribunbatamdotcom . #tribunbatam #tribunbatamid #tribunbatamdotcom #breakingnews #batam #lautbatam #lakalaut #lakalautbatam #kapaltanker #tungboat
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved