Senin, 13 April 2026

Venezuela Tolak Bantuan Kemanusiaan, Presiden Maduro: Kami Bukan Pengemis!

Militer Venezuela membuat barikade pada sebuah jembatan perbatasan dengan Kolombia untuk mencegah masuknya bantuan kemanusiaan.

REX/Shutterstock
Presiden Venezuela Nicolas Maduro 

TRIBUNBATAM.id - Venezuela menolak dan mencegah masuknya bantuan kemanusiaan.

Militer Venezuela membuat barikade pada sebuah jembatan perbatasan dengan Kolombia untuk mencegah masuknya bantuan kemanusiaan.

Jembatan Internasional Tienditas diberi penghalang oleh Garda Nasional Venezuela dengan satu kontainer berwarna oranye, dua kontainer berwarna biru, dan pagar darurat di dekat kota perbatasan Cucuta di Kolombia.

Jembatan itu merupakan lokasi yang sama dari rencana pemimpin oposisi Juan Guaido yang menyerukan masuknya bantuan kemanusiaan.

Laporan AFP menyebutkan, Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang didukung Rusia, China, Turki, Kuba, dan Iran, juga menolak segala bantuan kemanusiaan yang dikirim melalui kapal.

Dia menilai, langkah tersebut hanya akan membuka jalan bagi invasi militer Amerika Serikat.

Pada Rabu (6/2/2019), dia menampik kebutuhan bantuan dengan menyebutnya sebagai pertunjukkan politik.

Lucy, Jerapah Berusia 14 Tahun di Kebun Binatang Singapura Mati Setelah Melahirkan

Nia Ramadhani dan Jedar Tebak Harga Barang Mewah Ussy Sulistiawaty, Nia: Besok ditelepon pajak

Belum Banyak yang Tahu, Penyebab Warna Mobil Putih Menguning Salah Satunya Disebabkan Oleh Ini

Terkait Izin Pertandingan Persib vs Persiwa di Si Jalak Harupat, Polisi Buat Keputusan Jumat Besok

"Imperialisme tidak menolong siapa pun di dunia," katanya. "Kami bukan pengemis," ucapnya, seperti dikutip dari Newsweek.

Pasukan militer Venezeula memblokir Jembatan Tienditas, di perbatasan antara Cucuta di Kolombia dan Tachira di Venezuela, dengan kontainer pada Rabu (6/2/2019).
Pasukan militer Venezeula memblokir Jembatan Tienditas, di perbatasan antara Cucuta di Kolombia dan Tachira di Venezuela, dengan kontainer pada Rabu (6/2/2019). (AFP/EDINSON ESTUPINAN)

Dia berulang kali menuding AS berusaha untuk menggulingkan pemerintahannya.

Maduro bahkan berupaya mengumpulkan 10 juta tanda tangan untuk melawan "aksi intervensi Trump".

Pemerintahan Trump menguncurkan bantuan kemanusiaan senilai 20 juta dollar AS atau sekitar Rp 279,6 miliar.

"Rezim Maduro harus membiarkan bantuan sampai ke orang-orang yang kelaparan," kicau Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo.

Pada Senin lalu, Maduro mengaku telah mengirim surat kepada Paus Fransiskus untuk mencari bantuan dalam menengahi krisis di negaranya.

Namun Paus Fransiskus menyatakan, masih membutuhkan persetujuan dari pemerintah dan oposisi Venezuela.

Sebelumnya, Guaido mengklaim ada lebih dari 300.000 orang yang terancam nyawanya jika bantuan tidak masuk ke Venezuela, menyusul krisis ekonomi dan kurangnya suplai kebutuhan pangan pokok dan obat-obatan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved