WN Indonesia Terlibat ISIS di Malaysia, Rancang Culik 4 Menteri, Termasuk PM, Divonis 12 Tahun

Seorang warga negara Indonesia (WNI), divonis 12 tahun penjara gara-gara hendak menculik empat menteri di Malaysi, termasuk PM dan Wakil PM

WN Indonesia Terlibat ISIS di Malaysia, Rancang Culik 4 Menteri, Termasuk PM, Divonis 12 Tahun
Berita Harian
Keluarga tiga terdakwa, termasuk seorang WNI yang diduga terlibat kelompok ISIS di Malaysia, menangis usai vonis. Ketikanya merancang penculikan menteri 

TRIBUNBATAM.id, PUTRAJAYA - Seorang warga negara Indonesia (WNI), divonis 12 tahun penjara gara-gara hendak menculik empat menteri di Malaysia.

Selain WNI, ada dua bekas anggota militer Malaysia yang divonis masing-masing 8 tajhun penjara karena kasus subversiv tersebut oleh Mahkamah Rayuan (pendadilan kasasi).

Vonis terhadap ketiga terdakwa disampaikan oleh panel hakim Datuk Vernon Ong Lam Kiat, Datuk Zabidin Mohd Diah dan Datuk Has Zanah Mehat, Senin (15/4/2019).

WNI yang divonis bernama Ali Saifuddin (32) serta dua bekas tentara Malaysia, Nor Azmi Jailani (32) dan Mohd Yusri Mohamed Yusof (33). Mereka ditangkap pada 5 Aprila 2015.

Setelah vonis dibacakan, ketiganya melakukan sujud syukur, sementara anggota keluarganya terlihat menangis sambil berpelukan.

Menurut bukti yang disampaikan di Pengadilan Tinggi, Ali dan Nor Azmi serta Mohd Yusri terlibat beberapa kali berbincang dengan seorang militan ISIS untuk menculik empat menteri Malaysia.

Para menteri yang hendak diculik itu termasuk (mantan) Perdana Menteri Najib Razak sebagai pertukaran tahanan anggota ISIS di penjara Malaysia.

Tiga lagi menteri yang menjadi sasaran adalah Wakil PM Ahmad Zahid Hamidi, Menteri Pertahanan Hishammuddin Hussein dan Menteri Pemuda dan Olahraga Khairy Jamaluddin.

Pada 8 April lalu ketiganya dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Kasasi kerana berkomplot untuk merancang teror setelah dinyatakan bebas oleh Pengadilan Tinggi Malaysia.

Dalam keputusannya, Vernon berkata bukti yang diajukan oleh ketiga pria ini tidak menimbulkan keraguan munasabah terhadap kes pendakwaan.

Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved