PEMILU 2019

Ngaku Bingung saat Pemilu, Banyak Warga yang Cuma Pilih Partai Bukan Caleg

Pemilihan Presiden yang digabungkan dengan Pemilihan Legislatif diakui membuat masyarakat bingung dalam menentukan pilihannya di legislatif.

Ngaku Bingung saat Pemilu, Banyak Warga yang Cuma Pilih Partai Bukan Caleg
Ilustrasi Tribunnews
Mencelupkan jari ke tinta saat pemilu 

Pasalnya calon yang akan dipilih terbatas.

"Kalau presiden dan legislatif, kita bisa bayangkan berapa Partai yang ikut, berapa caleg dari setiap partai, berapa tingkatan. Nah ini tentu sangat menguras tenaga dan pikiran,"kata Saiful

Sementara di tempat terpisah Widiyono Agung, anggota Komisioner KPU Kepri Devisi Hukum, mengatakan jika dilihat dari partisifasi pemilih di tahun 2019 ini jauh lebih tinggi dibanding pemilu sebelumnya.

"Tahun ini partisipasi pemilih sampai 80 persen, dengan demikian pemilu tahun ini jauh lebih baik dibanding sebelumnya," kata Widiyono.

Namun dia juga mengatakan ada dua hal yang masih perlu di perbaiki ke depan di mana yang pertama berkas yang harus diisi oleh panitia di TPS.

"Jadi pemilu tahun yang buat lama, buka penghitungan suara, namun pengisian berkas," kata Widiyono.

Seharusnya kata Widiyono, petugas di TPS diberikan Laptop dan printer agar semua berkas tidak perlu ditulis tapi tinggal diprint rangkap dan petugas hanya menandatangani.

"Ini untuk mempercepat penulisan berkas," kata Widiyono.

Sementara yang kedua Kata Widiyono, pendistribusian logistik dari KPU harus lebih cepat sampai ke PPK."Minimal H- tiga semua logistik pemilu harus sudah sampai di PPK dan siap di distribusikan ke TPS pada hari H,"kata Widiyono. (tribunbatam.id/Ian Sitanggang)

Penulis: Ian Pertanian
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved