Pemilu 2019 Menjadi Sejarah Pemilu di Indonesia, Paling Banyak Memakan Korban Jiwa, Berikut Faktanya

Pemilu tahun 2019 merupakan pemilu yang paling banyak memakan korban jiwa. Meski telah sukses berlangsung, Pemilu 2019 yang sudah berjalan 17 April 2

Pemilu 2019 Menjadi Sejarah Pemilu di Indonesia, Paling Banyak Memakan Korban Jiwa, Berikut Faktanya
TRIBUNBATAM.id/Whib Wafa
Idrus Murdi (59) seorang petugas TPS 41 si Sungai Jang Kecamatan Bukit Bestari Tanjungpingpinang meninggal dunia 

TRIBUNBATAM.id - Pemilu tahun 2019 merupakan pemilu yang paling banyak memakan korban jiwa.

Meski telah sukses berlangsung, Pemilu 2019 yang sudah berjalan 17 April 2019 lalu itu diwarnai duka.

Sebabnya, lebih dari 400 anggota penyelenggara pemilu yang meninggal dunia dalam pelaksanaan “Pesta Demokrasi” tersebut.

Diduga penyebabnya dikarenakan banyaknya pekerjaan petugas KPPS dan hampir tak ada waktu istirahat yang cukup.

Meski Sudah Tiada, Mendiang Istri Ivan Seventeen Raup Ribuan Suara di Daerah Pemilihanya

Bacaan Niat Puasa dan Doa Buka Puasa Ramadan 2019 Hingga Sholat Tarawih

Komisi II DPR RI Tolak Walikota Batam Jadi Ex-Officio, Ini yang Mereka Takutkan

Berikut rangkuman mengenai kejadian tersebut, seperti yang dilansir dari Kompas.com

1. Jumlah korban meninggal dunia bertambah. 

Data Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Jumat (10/5/2019) mencatat sebanyak 469 orang penyelenggara pemilu meninggal dunia dan 4.602 orang sakit setelah menjalani tugasnya dalam pemungutan suara pada 17 April 2019.

Penyelenggara yang dimaksud meliputi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Disebutkan, sebagian besar anggota KPPS yang meninggal dunia tersebut lantaran kelelahan dan ada yang mengalami kecelakaan.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyampaikan, banyaknya anggota KPPS ini menjadi bahan evaluasi pelaksanaan pemilu selanjutnya. Sistem e-voting juga akan dibahas apakah dapat diterapkan untuk pemilu lima tahun lagi.

2. Santunan Anggota KPPS yang mengalami sakit dan meninggal dunia mendapatkan santunan dari pemerintah.

Halaman
1234
Editor: Eko Setiawan
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved