BATAM TERKINI

Soal Pencabutan Cukai Rokok dan Mikol, BP Batam Segera Lakukan Hal Ini

Penghapusan cukai rokok dan mikol mendapat reaksi beragam dari berbagai kalangan. Apa yang akan dilakukan BP Batam?

Soal Pencabutan Cukai Rokok dan Mikol, BP Batam Segera Lakukan Hal Ini
tribunnews batam/rachta yahya
Ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Budi Santoso mengatakan, penghapusan fasilitas fiskal untuk rokok dan minuman yang mengandung etil alkohol per 17 Mei lalu, sebetulnya sudah dipersiapkan sejak lama oleh pemerintah.

Acuannya Undang-undang No.39 Tahun 2007 tentang cukai.

"Pembebasan fiskal yang dapat diberikan selama ini karena kita berada dalam kawasan FTZ (free trade zone)," kata Budi, disampaikan Kasubdit Humas BP Batam, Mohammad Taofan, Sabtu (18/5/2019).

Ia melanjutkan, sikap BP Batam saat ini, yakni menunggu salinan peraturan terkait penghapusan pembebasan cukai untuk rokok dan mikol.

Selain itu, BP Batam juga mempersiapkan sosialisasi dan perubahan peraturan kepala (perka) BP Batam.

"Rencana sosialisasi insya Allah minggu depan. Saat ini kami berkomunikasi dulu dengan pabrikan rokok dan mikol untuk menyampaikan keputusan pemerintah," ujarnya.

Ia melanjutkan, kebijakan pencabutan fasilitas cukai untuk rokok dan mikol diprediksi akan berdampak bagi daya beli masyarakat.

Daya beli masyarakat menurun, harga naik, begitu juga dengan tenaga kerja.

Jadwal Buka Puasa Ramadan 2019 Sabtu 18 Mei di Surabaya, Denpasar & 33 Kota Besar Seluruh Indonesia

Bangun Tidur, Feri Kaget Motornya Meleleh Diduga Dibakar Orang di Depan Kamar Kosnya di Batam

Setelah Dipasang Box Curvert, Jalanan di Depan Pasar Melayu Batuaji Batam Licin Mirip Bubur

Polda Kepri Kirim 300 Personel Ikut Amankan Pengumuman Pemilu 22 Mei 2019 di Jakarta

"Tapi dari sekitar 30an perusahaan rokok dan mikol, sekitar 30 persennya yang terdampak langsung dengan peraturan ini," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batam, Mansyur menyayangkan kebijakan yang diambil pemerintah, mencabut fasilitas cukai untuk rokok dan mikol di kawasan bebas Batam.

Karena akan berdampak pada industri hiburan dan pariwisata di Batam. Harga kedua komoditas itu menjadi lebih tinggi dari semula.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Batam juga menerapkan penyesuaian pajak hiburan di Batam, di tengah kondisi ekonomi Batam, yang dinilai sejumlah pengusaha belum membaik.
Sekarang, ditambah lagi dengan kebijakan pemerintah pusat mencabut fasilitas cukai untuk rokok dan mikol.

"Pasti ada imbasnya. Dampaknya memang tak signifikan. Tapi perlahan-lahan akan berdampak secara luas," kata Mansyur, Jumat (17/5).

Ia juga menilai, langkah yang diambil pemerintah saat ini sebagai langkah mundur. Mestinya sebelum mengambil kebijakan baru, pemerintah menganalisa kebijakan lama, mengapa Batam diberikan fasilitas bebas cukai.

"Kalaupun ada kesalahan dalam pelaksanaannya, kan bukan FTZ-nya yang salah, tapi manusianya. Dibenahi dulu Sumber Daya Manusianya. Jangan salahkan regulasi," ujarnya. (tribunbatam.id/dewi haryati)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved